KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com- Menurut survei, sebanyak 75% warga Banten masih galau dan merasa bingung mengenai berapa nominal pajak yang harus dibayarkan setiap tahun.
Untuk warga Banten, hal ini kini bisa diatasi dengan sangat mudah melalui layanan yang disediakan oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten. Dalam layanan digital ini, Anda dapat mengecek jumlah pajak kendaraan Anda kapan saja dan di mana saja, tanpa perlu repot datang ke Samsat.
"Kamu bakal dapetin info nominal pajak dan SWDKLLJ (Sumbangan Dana Wajib Kecelakaan Lalu Lintas Jalanan) yang harus dibayar. Jadi kamu tinggal bawa uang yang pas saat bayar pajak," tulis Bapenda Banten dalam akun resminya, @bapenda.banten.
Ada beberapa cara mudah yang bisa Anda gunakan untuk mengetahui nominal pajak kendaraan:
Melalui WhatsApp
Melalui Website
Bayar Pajak Kendaraan via Aplikasi SAMBAT
Setelah mengetahui nominal pajak, Anda bisa langsung membayarnya melalui aplikasi SAMBAT yang dapat diunduh dari Google Play Store.
Aplikasi ini menyediakan pembayaran dengan berbagai metode, termasuk melalui platform e-commerce seperti Alfamart, Indomaret, BJB DigiCash, dan lain-lain. Dengan begitu, Anda tidak hanya bisa mengecek, tetapi juga langsung melunasi pajak kendaraan tanpa perlu keluar rumah.
Layanan digital dari Bapenda Provinsi Banten ini tidak hanya mempermudah proses pengecekan pajak kendaraan, tetapi juga mendukung transparansi dan efisiensi dalam administrasi pajak. Pastikan Anda memanfaatkan layanan ini untuk kenyamanan dan keamanan Anda dalam berkendara.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGWacana redefinisi korupsi yang dilemparkan oleh Dewan Ekonomi Nasional (DEN) memicu kegaduhan baru di ruang publik. Pemerintah mengusulkan agar penegakan hukum tindak pidana korupsi bergeser mengikuti standar global
Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang menuntut pidana mati terhadap dua terdakwa kasus narkotika, Dian Laratana Harahap bin Ahmad Tohir Harahap dan M. Salim bin H. Saumin (Alm.).
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews