Connect With Us

Indeks Kemerdekaan Pers di Banten Turun, Pemicunya Intervensi dan Tekanan Ekonomi

Redaksi | Sabtu, 9 Agustus 2025 | 14:33

Rapat koordinasi Menko Politik dan Hukum mengungkap turunnya nilai Indeks Kemerdekaan Pers di Banten, Jumat 8 Agustus 2025. (@TangerangNews / Redaksi )

TANGERANGNEWS.com - Kebebasan pers di Banten ternyata belum benar-benar merdeka. 

Meski berada diurutan 10 besar nasional, tapi skor Indeks Kemerdekaan Pers (IKP) Banten tahun 2024 justru turun. Penurunan indeks ini dipicu praktik intervensi pemerintah dan tekanan ekonomi media.

Fakta ini terungkap dalam Rapat Koordinasi Pembahasan Peningkatan Nilai IKP 2025  Kementerian Koordinator Politik dan Hukum di Hotel Aryaduta Lippo Karawaci, Jumat 8 Agustus 2025. 

Rapat menghadirkan Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat, Direktur Ekosistem Media Kementerian Komdigi Farida Dwi Maharani, Plt Kepala Diskominfo Banten Arif  Agus Rakhman, perwakilan Dinas Kominfo kabupaten dan kota serta para jurnalis di Banten.  

Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi dan Informasi Kemenko Politik dan Hukum, Eko Dono Indarto membeberkan data Dewan Pers yang mencatat skor IKP Banten tahun 2024 berada di angka 74,09 atau kategori cukup bebas.

Yang mengejutkan, meski peringkat Banten naik ke posisi 10 nasional, nilainya justru turun tipis 0,24 poin dibanding tahun sebelumnya 74,33. Penyebab utamanya lingkungan ekonomi yang anjlok -1,89 poin dan lingkungan hukum yang turun -1,03 poin.

Eko mengungkap, kebebasan pers dari intervensi pemerintah di Banten belum sepenuhnya terwujud. Masih ada oknum pejabat yang mencoba mengatur pemberitaan. Selain itu, kekerasan terhadap wartawan pun masih terjadi. Bukan hanya dari aparat, tetapi juga dari kelompok masyarakat.

"Kebebasan pers masih terhambat oleh praktik intervensi yang dilakukan oleh oknum di lingkungan pemerintahan," ungkapnya.

Masih dikatakan Eko, keterbukaan informasi publik juga belum sepenuhnya terwujud. Jurnalis mengaku kesulitan mendapatkan dokumen Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari Badan Pemeriksa Keuangan, serta data dari Dinas Pendidikan saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Di sektor ekonomi, media di Banten terancam oleh ketergantungan iklan pada pemerintah daerah. "Independensi media di Banten masih terganggu oleh ketergantungan ekonomi terhadap pemerintah daerah dan institusi lainnya. Banyak perusahaan pers yang belum mampu mandiri secara finansial," sebutnya. 

Ia juga mengkritik tata kelola perusahaan yang belum dijalankan sepenuhnya oleh seluruh perusahaan media di Banten. 

"Beberapa wartawan dan insan pers masih menerima honorarium di bawah Upah Minimum Provinsi (UMP) dan belum mendapatkan jaminan sosial sesuai peraturan yang berlaku," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat menegaskan, pers harus tetap bersuara memberikan kritik sebagai bagian dari sosial kontrol. Namun, kritik yang dibangun harus disertai data dan fakta sehingga dapat dipertanggungjawabkan. 

"Kebebasan pers harus disertai dengan tanggung jawab tinggi. UU Pers menekankan bahwa pers wajib menyampaikan informasi yang akurat, benar, dan berimbang, serta menjunjung tinggi norma dan etika jurnalistik," paparnya  

Saat ini di tengah banjirnya informasi, kata Komaruddin, pers harus dikelola secara intelektual. Agar informasi yang disampaikan media memberi arah pada perbaikan.  

"Ini ibarat makanan, kalau busuk akan jadi penyakit bagi manusia. Begitu juga informasi. Kalau isinya hoax dan fitnah, ini dapat menyesatkan," pungkas Komaruddin. 

TEKNO
Kompetisi Robotik Nasional Digelar di Tangerang, Kemenpora Tekankan Penguatan Daya Saing Digital Generasi Muda

Kompetisi Robotik Nasional Digelar di Tangerang, Kemenpora Tekankan Penguatan Daya Saing Digital Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:41

Kompetisi teknologi bidang coding dan robotik, Codero National Competition (CNC) 2026 digelar di Mall @ Alam Sutera, Tangerang, selama 24–25 Oktober 2026.

KAB. TANGERANG
Genjot Hasil Panen Padi, Teknologi Pertanian BRIN Diuji Coba di Kabupaten Tangerang

Genjot Hasil Panen Padi, Teknologi Pertanian BRIN Diuji Coba di Kabupaten Tangerang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 19:36

Guna meningkatkan produktivitas padi sawah, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk inovasi dan riset ilmiah.

SPORT
Bukan Tuan Rumah, 3 Venue di Kota Tangerang Dipakai PORPROV VII Banten 2026

Bukan Tuan Rumah, 3 Venue di Kota Tangerang Dipakai PORPROV VII Banten 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 | 19:47

Tiga sarana olahraga milik Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang resmi ditunjuk sebagai lokasi pertandingan untuk tiga cabang olahraga (cabor) dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) VII Banten 2026.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill