Connect With Us

261 WNA Dideportasi dari Banten, Didominasi Pekerja Asal China di Tangerang

Rangga Agung Zuliansyah | Senin, 22 Desember 2025 | 22:52

Kakanwil Ditjen Imigrasi Banten Felucia Sengky Ratna (tengah) didampingi Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Tangerang Hasanin (kanan) saat laporan refleksi akhir tahun di Kota Tangerang, Senin 22 Desember 2025. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Imigrasi Banten mencatat telah melakukan Tindakan Administratif Keimigrasian (TAK) kepada sebanyak 899 warga negara asing (WNA) yang melanggar aturan di wilayah Banten, sepanjang 2025.

Jumlah kasus tersebut berdasarkan penindakan dari tiga Unit Pelaksana Teknis (UPT) yakni Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Tangerang yang menjadi satuan kerja paling aktif dengan total 796 tindakan.

Lalu, disusul oleh Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Serang 75 tindakan dan Kantor Imigrasi Kelas II TPI Cilegon sebanyak 28 tindakan.

Kakanwil Ditjen Imigrasi Banten Felucia Sengky Ratna mengatakan dari total 899 tindakan hukum tersebut, sebanyak 261 WNA dideportasi ke negara asalnya, 253 WNA dicekal ke Indonesia, 181 WNA ditempatkan di ruang detensi imigrasi dan tindakan lainnya 206 kasus.

Menurutnya penindakan WNA paling banyak terjadi di wilayah Tangerang Raya (Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan). Sebab, selain wilayahnya luas, juga banyak terdapat perusahaan atau pabrik yang mempekerjakan WNA.

"Pelanggaran didominasi penyalahgunaan izin tinggal, oleh warga negara Tiongkok (China) karena paling banyak di semua sektor," ujar Felucia saat laporan refleksi akhir tahun di Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Tangerang, Senin 22 Desember 2025. 

Selain tindakan administratif berupa deportasi, Imigrasi Banten juga menindak pelanggaran berat melalui jalur hukum pidana atau pro justitia.

Sebanyak 19 kasus telah ditangani sepanjang tahun 2025, dengan rincian 3 kasus telah dinyatakan berkekuatan hukum tetap (inkrah), 6 kasus dalam tahap penerbitan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dan 10 kasus masih dalam tahap pra-penyidikan.

Capaian penegakan hukum ini melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya. Berdasarkan data laporan, Indeks Penegakan Hukum Keimigrasian di wilayah Banten mencapai angka 95,65, melampaui target awal sebesar 90,8.

"Capaian ini mencerminkan komitmen Kanwil Imigrasi Banten dalam menegakkan hukum keimigrasian secara tegas, profesional, dan berkeadilan," jelas Felucia.

Dengan capaian ini, pihak Imigrasi menegaskan komitmennya untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan dan memastikan fungsi keimigrasian memberikan manfaat serta perlindungan nyata bagi masyarakat dan negara.

KOTA TANGERANG
Hak Sewa 20 Tahun Berakhir, Pasar Anyar Tangerang Mulai Ditata Ulang

Hak Sewa 20 Tahun Berakhir, Pasar Anyar Tangerang Mulai Ditata Ulang

Kamis, 10 September 2026 | 17:25

Perumda Pasar Kota Tangerang mulai menata kembali Pasar Anyar setelah masa hak sewa selama 20 tahun berakhir pada 31 Agustus 2026.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

NASIONAL
Rekening Gratis untuk Warga 17 Tahun Bakal Jadi Jalur Baru Penyaluran Bansos

Rekening Gratis untuk Warga 17 Tahun Bakal Jadi Jalur Baru Penyaluran Bansos

Kamis, 10 September 2026 | 17:09

Pemerintah tengah menyiapkan skema baru dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) melalui rekening bank yang diberikan secara gratis kepada masyarakat Indonesia berusia 17 tahun ke atas.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill