Connect With Us

3 Jaksa di Banten Pemeras WNA Korsel Terancam 20 Tahun Penjara

Muhamad Yusri Hidayat | Minggu, 21 Desember 2025 | 19:48

Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tangerang di Tigaraksa. (@TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat)

‎TANGERANGNEWS.com-Tiga orang jaksa di wilayah banten yang menjadi tersangka atas kasus dugaan pemerasan terhadap warga negara asing (WNA) asal Korea Selatan terancam hukuman penjara maksimal 20 tahun.

Kasus ini menjadi sorotan lantaran publik menilai aparat penegak hukum yang seharusnya menjadi sosok yang menjunjung tinggi keadilan tapi malah melakukan pemerasan. 

‎Sosok ketiga jaksa yang menjadi tersangka dalam kasus tersebut yaitu, RZ menjabat Kepala Subbagian Daskrimti Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten, RV sebagai Jaksa penuntut umum (JPU) Kejati Banten, HMK sebagai Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tangerang.

‎Kepala Seksi Intelijen Kejari Kabupaten Tangerang Doni Saputra menjelaskan proses penangkapan ketiga jaksa dilakukan dengan prosedur yang berbeda.

Untuk RZ ditangkap melalui operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK. Sementara penangkapan RV dan HMK dilakukan melalui Surat Perintah Penyidikan Kejaksaan Agung (Kejagung).

‎"Ketika KPK melakukan OTT terhadap RZ berhasil diamankan barang bukti uang tunai sebesar Rp900 juta dari kasus pemerasan TKA, " jelas Doni, Minggu 21 Desember 2025.

‎Selain ketika tersangka tersebut, KPK turut mengamankan dua tersangka lainnya yakni, DF yang merupakan pengacara serta MS yang merupakan penerjemah bahasa. 

‎"Lima tersangka tersebut kini ditahan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung," ujar Doni. 

‎Perkara ini berawal dari dugaan pemerasan terhadap dua terdakwa yang sedang menjalani persidangan kasus tindak pidana korupsi (Tipikor).

Kedua korban tersebut  TA warga negara Indonesia dan CL, warga negara Korea Selatan, dengan total uang yang diduga diperas mencapai Rp900 juta.

‎Kerena perbuatannya, kelima tersangka tersebut dijerat dengan Pasal 12 huruf e UU No 20/2001 tentang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. "Ancaman pidana paling lama 20 tahun penjara," tutup Doni.

SPORT
Bukan Sekadar Kawasan Bisnis, Sinar Mas Land Hadirkan Platform D.A.N.C.E untuk Perkuat Ekosistem Digital Hub

Bukan Sekadar Kawasan Bisnis, Sinar Mas Land Hadirkan Platform D.A.N.C.E untuk Perkuat Ekosistem Digital Hub

Rabu, 16 September 2026 | 21:56

Pertumbuhan ekosistem digital yang semakin besar sering kali menciptakan tantangan baru, terutama dalam menjaga konektivitas, interaksi, dan peluang kolaborasi antarperusahaan agar berjalan beriringan.

WISATA
PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

Kamis, 3 September 2026 | 10:45

PLN Group mengembangkan Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi kawasan wisata berbasis energi bersih melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Berdaya Eco-Wisata SiNyonya.

TEKNO
Hadapi Tantangan Industri Ritel, Aprindo Gandeng UBM Serpong Kembangkan Data Sains dan AI

Hadapi Tantangan Industri Ritel, Aprindo Gandeng UBM Serpong Kembangkan Data Sains dan AI

Rabu, 9 September 2026 | 19:46

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) berkolaborasi dengan Universitas Bunda Mulia (UBM) dalam pengembangan inovasi serta pemanfaatan data science dan artificial intelligence (AI) di sektor ritel.

HIBURAN
Makan Puas Kuliner Asia Rp188 Ribu, Ada Sushi dan Peking Duck di VIVERE Hotel 

Makan Puas Kuliner Asia Rp188 Ribu, Ada Sushi dan Peking Duck di VIVERE Hotel 

Selasa, 15 September 2026 | 14:46

VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated menghadirkan pilihan makan siang akhir pekan melalui program “All Around Asia” di Yin & Yum All Day Dining.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill