Connect With Us

2 Pekan Lagi Ramadan, Simak 5 Ide Jualan Minuman Takjil Buka Puasa

Fahrul Dwi Putra | Senin, 26 Februari 2024 | 11:53

Ide jualan takjil buka puasa Ramadan 2024 (@TangerangNews / Istimewa )

TANGERANGNEWS.com- Dalam menjalankan bisnis kuliner, terutama pada momen buka puasa, ide kreatif dalam penyajian takjil bisa menjadi kunci sukses. 

Seperti diketahui, sebentar lagi umat muslim di Indonesia akan melaksanakan ibadah puasa pada bulan Ramadan yang jatuh pada pertengahan Maret 2024.

Oleh karena itu, salah satu tren yang populer untuk berbuka puasa adalah minuman kekinian yang dapat memikat pelanggan dengan rasa yang lezat dan tampilan yang menarik. 

Berikut ini adalah beberapa resep minuman kekinian versi box isi 15 liter yang praktis dan bisa membuat pelanggan ketagihan seperti dilansir dari kanal YouTube Aam Salman354, Senin, 26 Februari 2024.

1. Es Lumut Strawberry Viral

Resep ini menggunakan bahan-bahan sederhana dengan hasil yang menggiurkan. Nutrijell strawberry, susu kental manis, gula pasir, bubuk creamer, es batu, daun pandan, dan garam, semuanya disajikan dalam cup ukuran 16 oz. 

Dengan biaya produksi per cup sekitar Rp2.270, menjualnya dengan harga Rp5.000 per cup dapat memberikan keuntungan yang menjanjikan.

2. Es Taro Jelly

Kombinasi nutrijell rasa plain, susu kental manis, gula pasir, bubuk creamer, es batu, daun pandan, dan bubuk taro menciptakan minuman yang unik dan enak. 

Dengan biaya produksi per cup sekitar Rp3.300, dan harga jual Rp5.000 per cup, ini bisa menjadi pilihan menarik untuk dipasarkan.

3. Es Buah + Buah Naga

Dengan paduan nutrijell strawberry melon, susu kental manis, gula pasir, bubuk creamer, es batu, daun pandan, serta tambahan semangka, melon, dan buah naga, minuman ini memberikan variasi rasa dan tampilan yang menarik. 

Biaya produksi per cup sekitar Rp3.100, dengan harga jual Rp5.000 per cup, potensi keuntungan dapat dinikmati.

4. Es Cappucino Cincau

Rasa cincau dan cappucino dalam satu gelas, dengan tambahan susu kental manis, gula pasir, bubuk creamer, es batu, daun pandan, dan bubuk cappucino. 

Dengan biaya produksi per cup sekitar Rp3.150, dan harga jual Rp5.000 per cup, minuman ini dapat menarik minat pelanggan yang menyukai kombinasi unik.

5. Es Buah Strawberry Melon

Kembali menggunakan kombinasi nutrijell strawberry melon, susu kental manis, gula pasir, bubuk creamer, es batu, dan daun pandan, dengan tambahan semangka dan melon. 

Biaya produksi per cup sekitar Rp2.900, dengan harga jual Rp5.000 per cup, menjadikannya opsi yang menguntungkan.

Untuk membuat pengolahan lebih efisien, pembelian bahan-bahan dalam jumlah besar dapat memberikan keuntungan tambahan. 

Selain itu, variasi rasa dan inovasi dalam penyajian dapat meningkatkan daya tarik minuman kekinian Anda di pasar. Selamat mencoba!

AYO! TANGERANG CERDAS
Ini Jadwal dan Mata Pelajaran yang Diujikan Pada TKA SD dan SMP 2026

Ini Jadwal dan Mata Pelajaran yang Diujikan Pada TKA SD dan SMP 2026

Senin, 5 Januari 2026 | 11:12

Tes Kemampuan Akademik atau TKA kembali akan dilaksanakan pada 2026 untuk jenjang SD dan SMP. Pelaksanaan asesmen ini dijadwalkan berlangsung pada April 2026 dan dapat diikuti peserta didik dari jalur pendidikan formal, nonformal, maupun informal.

KAB. TANGERANG
Belum Ada Bantuan, Korban Banjir Perumahan Taman Cikande Dirikan Posko Sendiri

Belum Ada Bantuan, Korban Banjir Perumahan Taman Cikande Dirikan Posko Sendiri

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:09

Warga Perumahan Taman Cikande, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, berinisiatif membangun sendiri posko sebagai dapur umum dan tempat pengungsian secara swadaya akibat banjir yang terjadi pada Rabu 14 Januari 2026.

NASIONAL
Siap-siap, Ini Jadwal Pembelian Tiket Kereta untuk Lebaran 2026

Siap-siap, Ini Jadwal Pembelian Tiket Kereta untuk Lebaran 2026

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:56

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mulai mengumumkan jadwal pembelian tiket kereta api untuk angkutan Lebaran 2026.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill