Connect With Us

ABM Investama Gandeng Bank Mandiri untuk Fasilitas Kredit USD 395 Juta

Fahrul Dwi Putra | Kamis, 31 Oktober 2024 | 12:39

PT ABM Investama Tbk. (ABMM) menandatangani fasilitas kredit senilai USD 395 juta dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. untuk merefinance beberapa fasilitas kredit, termasuk Global Bond yang akan jatuh tempo di 2026 (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- PT ABM Investama Tbk. (ABMM) menandatangani perjanjian fasilitas kredit senilai USD 395 juta dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Hal ini bertujuan untuk merestrukturisasi sejumlah fasilitas kredit, termasuk Global Bond yang akan jatuh tempo pada 2026. 

Selain itu, langkah ini juga diambil untuk menurunkan marjin secara signifikan serta memperpanjang jangka waktu fasilitas kredit, yang diharapkan dapat menekan biaya keuangan ABMM serta memperkuat neraca perusahaan untuk fleksibilitas arus kas dan mendukung pertumbuhan bisnis berkelanjutan ke depan.

Kolaborasi ini juga menunjukkan dukungan dan kepercayaan stakeholder terhadap ABMM, memperkuat akses pendanaan yang diperlukan perusahaan untuk berkembang di sektor energi. 

Direktur Utama PT ABM Investama Tbk., Achmad Ananda Djajanegara mengatakan, langkah ini adalah hasil dari penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG) yang konsisten selama 15 tahun terakhir dan merupakan wujud kepercayaan stakeholder.

"Tujuan utama dari refinancing ini adalah untuk mengurangi interest cost, ini menjadi salah satu bentuk efisiensi yang selalu kami lakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari usaha kami untuk memaksimalkan value terhadap shareholder," ujar Andi, sapaan Achmad Ananda Djajanegara.

Strategi ini berhasil menekan beban bunga ABMM dan memperbaiki profil jatuh tempo utang perusahaan. 

Pada 2022, ABMM juga memperluas bisnis dengan mengakuisisi 30 persen saham Golden Energy Mines Tbk. (GEMS), bagian dari rencana pengembangan ekosistem bisnis dalam grup ABM.

Tak hanya itu, Grup ABM meraih sejumlah penghargaan, baik di tingkat nasional maupun internasional, termasuk Stevie Award dalam kategori Technology & Improvement Business, serta dua penghargaan domestik dari Investor Trust bersama PT Bumi Global Karbon (BGK) dan Indonesia Regulatory Compliance Awards (IRCA) 2024 untuk kategori Governance Award.

Di bidang pertambangan, entitas usaha ABMM, PT Tunas Inti Abadi (TIA), baru-baru ini menerima penghargaan tertinggi dalam Good Mining Practice (GMP) Award 2024 untuk kategori Pengelolaan Keselamatan Pertambangan serta Pengelolaan Lingkungan Hidup. 

Sementara itu, PT Cipta Kridatama (CK), anak usaha ABMM lainnya di sektor kontraktor pertambangan, juga mendapatkan penghargaan Aditama dari Kementerian ESDM untuk kategori Pengelolaan Standardisasi dan Usaha Jasa Mineral dan Batubara.

"Penghargaan-penghargaan yang kami raih ini menjadi bukti bahwa kami membangun struktur dan financing yang kuat, bukti kami mengembangkan perusahaan sesuai dengan kaidah Good Corporate Governance, dan patuh dengan aturan," tutup Andi.

Sementara itu, SVP Corporate Banking 3 Bank Mandiri Helmy Afrisa Nugroho menambahkan, kerja sama ini mencerminkan komitmen Bank Mandiri untuk mendukung sektor strategis yang memiliki dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. 

"Kami harap dapat berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat secara lebih luas dengan menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya beli, dan memberikan kontribusi pada pembangunan nasional," pungkas Helmy.

BANTEN
Hari Pertama SPMB Banten 2026 Jalur Domisili Lingkungan Terkendala Titik Koordinat

Hari Pertama SPMB Banten 2026 Jalur Domisili Lingkungan Terkendala Titik Koordinat

Kamis, 11 Juni 2026 | 05:17

Sejumlah kendala muncul pada hari pertama pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 untuk jenjang SMA, SMK, dan SKh.

NASIONAL
BPJS Kesehatan Masih Tunggu Keputusan Pemerintah Soal Pemutihan Tunggakan Rp14 Triliun

BPJS Kesehatan Masih Tunggu Keputusan Pemerintah Soal Pemutihan Tunggakan Rp14 Triliun

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:44

Rencana penghapusan tunggakan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang nilainya mencapai Rp14 triliun hingga kini masih menunggu keputusan resmi dari pemerintah.

TOKOH
Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:53

Slamet Suradio, masinis yang selamat dari peristiwa tabrakan kereta api dalam Tragedi Bintaro 1987, meninggal dunia pada Rabu, 3 Juni 2026, dini hari.

BISNIS
Dampak Rupiah Melemah, Industri Minuman Kemasan Tertekan Biaya Produksi dan Daya Beli

Dampak Rupiah Melemah, Industri Minuman Kemasan Tertekan Biaya Produksi dan Daya Beli

Jumat, 5 Juni 2026 | 23:57

Industri makanan dan minuman nasional, khususnya sektor minuman kemasan, terus menunjukkan resiliensinya sebagai salah satu tulang punggung manufaktur di Indonesia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill