Connect With Us

Hindari Stigma Negatif, OJK Ubah Nama Pinjol Jadi Pindar

Fahrul Dwi Putra | Jumat, 20 Desember 2024 | 12:15

Ilustrasi pinjaman online. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengambil langkah kebijakan untuk menghilangkan stigma negatif yang selama ini melekat pada layanan pinjaman online dengan mengganti istilah "pinjol" menjadi "pindar," yang merupakan kependekan dari pinjaman daring. 

Upaya ini dilakukan untuk membangun citra yang lebih positif terhadap layanan fintech lending yang legal dan berizin.  

Selama ini, istilah "pinjol" sering kali dikaitkan dengan pengalaman buruk, seperti bunga yang tinggi, penagihan kasar, dan keberadaan platform ilegal yang merugikan masyarakat. 

Direktur Ekonomi Digital Celios Nailul Huda mengatakan, istilah baru ini diharapkan dapat membantu masyarakat lebih percaya pada layanan pinjaman daring. 

Menurutnya, nama yang lebih positif memiliki potensi untuk mengubah persepsi publik sehingga masyarakat lebih nyaman menggunakan layanan keuangan berbasis teknologi yang telah diatur oleh regulasi.  

"Diharapkan sebenarnya kata pindar bisa lebih diterima oleh masyarakat dengan konteks yang lebih positif. Ketika namanya positif, artinya semakin banyak orang percaya akan pinjaman daring. Semakin banyak yang menggunakan," ujarnya dikutip dari Kompas, Jumat, 20 Desember 2024.

Kendati begitu, Nailul melanjutkan, perubahan nama saja tidak cukup jika tidak diiringi dengan perbaikan tata kelola. 

Masalah seperti sistem penilaian kredit, mekanisme penagihan yang etis, dan kepatuhan terhadap regulasi tetap menjadi pekerjaan rumah utama bagi industri fintech lending. 

"Jika kinerjanya negatif, ya pindar akan sama dengan pinjol, konotasinya menjadi negatif juga," imbuhnya.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman menjelaskan, penggantian istilah ini juga bertujuan untuk mempermudah masyarakat dalam membedakan penyedia layanan yang legal dari yang ilegal. 

Agusman berharap, perubahan ini mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan industri yang lebih sehat.  

"Dengan pembedaan nama branding, diharapkan masyarakat lebih mudah mengidentifikasi mana penyelenggara yang legal," katanya.

Sebagai tambahan, OJK mencatat hingga Oktober 2024, industri fintech lending menunjukkan kinerja yang cukup baik dengan laba mencapai Rp1,09 triliun. 

Meski demikian, masih ada sejumlah tantangan yang harus diatasi, seperti kredit bermasalah yang tercatat pada beberapa penyelenggara. Untuk itu, penguatan tata kelola dan manajemen risiko masih menjadi fokus utama.  

PROPERTI
Program Video Competition Sinar Mas Land Diganjar Penghargaan Perhumas PR Excellence Awards 2026

Program Video Competition Sinar Mas Land Diganjar Penghargaan Perhumas PR Excellence Awards 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:48

Sinar Mas Land kembali mengukuhkan prestasinya di bidang komunikasi korporasi dengan meraih Juara II Perhumas PR Excellence Awards 2026 untuk kategori Teknologi & Digital PR.

AYO! TANGERANG CERDAS
Ratusan Siswa Ikuti Munsya 2026, Eks Menlu Hassan Wirajuda Dorong Generasi Muda Siap Bersaing 

Ratusan Siswa Ikuti Munsya 2026, Eks Menlu Hassan Wirajuda Dorong Generasi Muda Siap Bersaing 

Minggu, 1 November 2026 | 19:32

Ratusan siswa tingkat SD, SMP, hingga SMA mengikuti Model United Nations Syafana Islamic School (Munsya) 2026 yang digelar di Gedung Ade Kismantoro Secondary pada 31 Oktober hingga 1 November 2026.

BISNIS
YesssCredit Tawarkan Bunga Mulai 0% hingga Gratis Cicilan Lewat Roadshow di Tangerang

YesssCredit Tawarkan Bunga Mulai 0% hingga Gratis Cicilan Lewat Roadshow di Tangerang

Selasa, 3 November 2026 | 17:57

YesssCredit, perusahaan pembiayaan berizin yang telah diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menawarkan program pembiayaan yang mudah kepada masyarakat Tangerang dalam roadshow perdana di Tangcity Mall.

BANTEN
Nyeri Lutut dan Panggul Jangan Dianggap Biasa, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Sendi

Nyeri Lutut dan Panggul Jangan Dianggap Biasa, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Sendi

Jumat, 6 November 2026 | 20:57

Nyeri lutut ketika menaiki tangga atau panggul yang terasa sakit saat berjalan kerap dianggap sebagai keluhan biasa, terutama pada orang yang mulai memasuki usia lanjut.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill