KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com- Calon Bupati Tangerang nomor urut 02, Maesyal Rasyid akan mengintegrasikan layanan publik di Kabupaten Tangerang usai ditanya terkait kasus kebocoran data pribadi masyarakat.
Dalam sesi kedua dari Debat Pilbup Tangerang 2024 pada Minggu, 10 November 2024, moderator bertanya kepada Maesyal Rasyid mengenai tantangan dan risiko dari kebocoran data pribadi masyarakat yang dicatut pinjaman online (pinjol), serta strategi yang diperlukan untuk melindungi data pribadi.
Menanggapi itu, Maesyal Rasyid menegaskan bakal mengintegrasikan berbagai layanan publik ke dalam platform digital, termasuk pengelolaan administrasi pemerintahan. Misalnya saja, pengelolaan dokumen kependudukan, sistem perizinan, dan pengadaan barang dan jasa.
"Kedua, adalah pengembangan aplikasi layanan publik yang mudah diakses oleh masyarakat, baik pada seluruh perangkat daerah baik di dinas, badan, sampai kecamatan, dan insyaallah ke depannya tingkat kelurahan hingga tingkat desa," jelas Maesyal.
Selanjutnya, Maesyal menjanjikan penyediaan akses internet gratis untuk sekolah-sekolah dan ruang publik guna meningkatkan konektivitas internet.
Selain itu, terdapat pembangunan command center data terpadu pembangunan dan pengembangan teknologi informasi bagi para pemuda.
"Untuk itu, dengan menggunakan aplikasi di pemerintahan daerah. Mudah-mudahan, data dapat kamu amankan, tranformasi informasi lebih cepat, kemudahan, dan juga keterbukaan," tukasnya.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGAsosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) berkolaborasi dengan Universitas Bunda Mulia (UBM) dalam pengembangan inovasi serta pemanfaatan data science dan artificial intelligence (AI) di sektor ritel.
Tujuh mahasiswi asal Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) jadi korban penipuan agen tiket bus bodong di media sosial.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews