Connect With Us

Bedu Diisukan Terjerat Pinjol hingga Jual Rumah di Tangsel, Ini Faktanya

Fahrul Dwi Putra | Senin, 9 Oktober 2023 | 21:53

Komedian Bedu dikabarkan hendak menjual rumah miliknya di kawasan Cirendeu, Kota Tangsel karena terlilit utang pinjol (@TangerangNews / Istimewa )

TANGERANGNEWS.com- Komedian kondang Bedu diisukan terjerat pinjaman online (pinjol) hingga hendak menjual rumah mewah miliknya seharga Rp5,5 miliar yang berada di kawasan Cirendeu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Berdasarkan informasi yang beredar, alasan Bedu melakukan pinjol lantaran sepinya tawaran job saat pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu.

Akibatnya, saat ini dikabarkan komedian bernama asli Harabdu Tohar itu kesulitan membayar utang pinjol karena tingginya bunga yang dibebankan.

Namun, Pihak manajemen yang menaungi Bedu secara tegas menampik kabar beredar tersebut. 

"Itu Hoaks," singkat Ayu, manajemen Bedu saat dikonfirmasi seperti dikutip dari JawaPos.com, Selasa, 10 Oktober 2023.

Ayu memastikan saat ini Bedu tidak terlilit utang hingga kesulitan keuangan seperti yang beredar di media sosial.

Adapun terkait menjual rumahnya di kawasan Tangsel, pihak manajemen membenarkan hal tersebut. Namun, alasannya bukan karena terlilit pinjol melainkan Bedu hendak pindah rumah.

"Tolong jangan dilebih-lebihkan," tegas Ayu.

Tak hanya itu, pihak manajemen juga menyatakan Bedu tidak sampai harus menurunkan tarif untuk jobnya. Sebab, menurut Ayu setiap stasiun televisi memiliki kebijakan dan kesepakatan harganya masing-masing.

"Enggak kok. Sudah ada rate masing-masing untuk tiap TV," katanya.

TOKOH
Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:53

Slamet Suradio, masinis yang selamat dari peristiwa tabrakan kereta api dalam Tragedi Bintaro 1987, meninggal dunia pada Rabu, 3 Juni 2026, dini hari.

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill