Netizen Keluhkan Parkir Liar Getok Harga di Kawasan Kuliner Laksa Tangerang
Jumat, 2 Oktober 2026 | 13:45
Kawasan Kuliner Laksa di Jalan Moh. Yamin, Kota Tangerang mendadak jadi sorotan publik setelah keluhan soal parkir liar viral di media sosial.
TANGERANGNEWS.com- Boneka Labubu belakangan ini tengah viral dan menjadi buruan banyak orang di Indonesia. Boneka unik ini berbentuk seperti kelinci dengan ciri khas gigi besar dan sering dijadikan gantungan.
Labubu sebenarnya merupakan karya seni dari seorang seniman asal Hongkong bernama Kasing Lung.
Labubu sendiri pertama kali dibuat pada tahun 2015 yang terinspirasi dari monster bertaring tajam dalam mitologi Nordik.

Karakter boneka Labubu kembali viral setelah terlihat dikenakan oleh salah satu bintang K-pop, Lisa BLACKPINK.
Boneka ini mudah dikenali berkat telinga runcing, gigi tajam yang mencolok, ukuran tubuh kecil, serta senyumnya yang nakal.
Banyak orang mulai berlomba-lomba untuk memiliki Bonek Labubu ini seiring dengan popularitasnya yang melonjak.
Untuk harga, boneka Labubu memiliki variasi yang cukup luas. Di pasar internasional, harganya berkisar antara 28 hingga 40 USD. Jika dikonversikan ke rupiah, harganya mencapai sekitar Rp400.000 hingga Rp600.000.
Namun, ketika masuk ke Indonesia, harga boneka ini bisa meroket hingga jutaan rupiah, terutama untuk koleksi atau model khusus yang bisa dijual lebih dari Rp4 juta per boneka.
Fenomena ini membuat boneka Labubu menjadi salah satu barang koleksi yang paling diburu, terutama di kalangan penggemar budaya pop dan pengoleksi barang-barang unik.
TODAY TAGKawasan Kuliner Laksa di Jalan Moh. Yamin, Kota Tangerang mendadak jadi sorotan publik setelah keluhan soal parkir liar viral di media sosial.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memberikan klarifikasi resmi terkait langkah Mukroni yang memilih melepaskan jabatannya sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).
PLN Group mengembangkan Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi kawasan wisata berbasis energi bersih melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Berdaya Eco-Wisata SiNyonya.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews