Gundukan Sampah Jadi 'Hiasan' Kantor Zaki
Selasa, 26 November 2013 | 18:22
"Tidak hanya di belakang kantor itu, saja tapi juga menumpuk di belakang kantor Disnaker," ujar Salman
"Tidak hanya di belakang kantor itu, saja tapi juga menumpuk di belakang kantor Disnaker," ujar Salman
Alasannya karyawannya karena merasa alami siksaan, perlakuan kasar, penyekapan dan tidak ada pemberian hak - hak buruh dari majikan selama bekerja.
RECOMENDEDAnggota Komisi II DPRD Kabupaten Tangerang Asnawi Aryad kesal dengan adanya buku LKS berbau seks di SDN 2 Kampung Melayu, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang.
"Jalan yang dibangun dengan anggaran yang besar kenapa bisa cepat ambrol," ujar Ade ,36, warga Desa Buni Ayu, Kecamatan Sukamulya, Selasa (26/11).
Namun buruh kecewa, karena siempunya kantor Kabupaten Tangerang alias Zaki tidak ada ditempat.
"Sudah final," kata Zaki, Senin, (25/11).
LKS dengan 64 halaman yang dianggap seronok tersebut yakni LKS Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan untuk siswa kelas 5 SD/MI semester satu.
"Kalau sudah lengkap, dinyatakan P21 tinggal nunggu pelimpahan tahap dua," ujar Slamet.
"Kasus ini jangan dibiarkan, pelakunya harus ditindak sesuai hukum," ujar Memed Chumaedi, Minggu (24/11/2013).
Malang nian nasib SN ,14, siswi salah satu siswi di SMPN di Balaraja, Kabupaten Tangerang . Dirinya diperkosa temannya secara bergilir, setelah sempat dicekoki miras.
"Sedikitnya enam mobil dihancurin pengojek dan pecah belah, sedangkan sopirnya melarikan diri," katanya.
Jabatan Kades yang habis saat Pileg dan Pilpres tidak bisa diperpanjang dan harus di PJS-kan. Demikian dikatakan, M.Yusuf Fachroji Kasubag Kelembagaan Pemerintah Desa, Setda Kabupaten Tangerang, Jumat (22/11/2013).
TANGERANGNEWS.com-Gas elpiji ukuran 3 Kg. nyaris meledak, Kamis (21/11/2013). Akibatnya, membuat warga di Kampung Peusar, Kelly Binong, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang panik
Husnin Nursalam ,43, warga Kampung Ranca Gong, Desa Ranca Gong, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang tewas mengenaskan di salah satu Kafe ternama di wilayah, Jakarta, Senin (18/11)
"Saat ini angka Rp2.442.000 sudah disampaikan ke Gubernur Banten," ujar M. Marbun, Anggota Dewan Pengupahan dari unsur pemerintah.
Penetapan UMK Tangerang masih juga belum putus. Karenanya, para buruh kembali berdatangan ke kantor Disnakertrans Kabupaten Tangerang, petang kemarin.