Connect With Us

Pencemaran Terjadi, Tangerang Tak Punya Alat Ukur Baku Mutu Lingkungan

Mohamad Romli | Rabu, 1 Maret 2017 | 16:00

Kepala DLHK Kabupaten Tangerang, Syaifullah (@tangerangnews 2017 / Mohamad Romli)


TANGERANGNews.com-Meski resiko akibat polusi dan pencemaran lingkungan di Kabupaten Tangerang terbilang cukup tinggi. Namun, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang masih sulit menyusun status lingkungan hidup daerah (SLHD) sebagaimana diamanatkan dalam Undang-undang No. 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

 

Kepala DLHK Kabupaten Tangerang, Syaifullah mengatakan, hal itu disebabkan terkendalanya ketersediaan alat untuk mengukur baku mutu lingkungan.  “Kita tidak punya alat untuk mengukur ambien (baku mutu udara) dan baku mutu tanah,” katanya, Rabu (1/3/2016) saat ditemui di ruang kerjanya. Karenanya, pihaknya belum bisa melayani jika ada permintaan sistem informasi lingkungan di Kabupaten Tangerang.

 

“Terkait sistim informasi lingkungan. Kita memang belum bisa mengakomodir jika ada permintaan. Karena belum ada SLHD,” tambahnya Syaifullah mengaku,  penyusunan SLHD tidak bisa sembarang dilakukan, karena harus berdasarkan metodologi ilmiah dan harus melalui proses pengukuran dengan menggunakan alat sehingga bisa diketahui baku mutu lingkungan yang bisa dipertanggungjawabkan.

 

“Kita sudah mengajukan permohonan pengadaan alat pengukur baku mutu lingkungan ke Pemprov Banten. Mudah-mudahan disetujui,” terangnya.

 

Meski demikian, Syaifullah menyadari bahwa penyusunan dan publikasi SLHD adalah kewajiban. Untuk itu dirinya mendorong agar perangkat lingkungan hidup tersedia. Sehingga, proses penyusunan SLHD bisa dilakukan.  “Kabupaten Tangerang itu kan kota seribu industri, aneh memang kalau tidak punya alat ukur,” pungkasnya.

 

BISNIS
Jasa Pembuatan PT Murah untuk Bisnis Baru: Solusi Legal Cepat dan Aman

Jasa Pembuatan PT Murah untuk Bisnis Baru: Solusi Legal Cepat dan Aman

Kamis, 7 Mei 2026 | 11:08

Memulai bisnis tanpa legalitas yang jelas bisa menjadi hambatan besar di masa depan. Banyak pelaku usaha akhirnya kesulitan saat ingin bekerja sama dengan perusahaan besar atau mengikuti tender.

TOKOH
Dari Bengkel Kecil di Karawaci, Pengusaha Sepatu Ini Kini Produksi Ribuan Pasang untuk Puluhan Brand Lokal

Dari Bengkel Kecil di Karawaci, Pengusaha Sepatu Ini Kini Produksi Ribuan Pasang untuk Puluhan Brand Lokal

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:56

Sektor fesyen dan alas kaki merupakan salah satu industri kreatif yang masih potensial. Salah satunya digeluti Agus Eliawan atau yang lebih dikenal dengan sapaan Mas Gokil.

OPINI
May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:57

Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.

HIBURAN
Ada Festival Kuliner hingga Turnamen Beyblade, Living World Alam Sutera Diserbu Pengunjung Sepanjang Mei 2026

Ada Festival Kuliner hingga Turnamen Beyblade, Living World Alam Sutera Diserbu Pengunjung Sepanjang Mei 2026

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:37

Suasana berbeda hadir di Living World Alam Sutera sepanjang Mei 2026. Pusat perbelanjaan di kawasan Alam Sutera itu menghadirkan rangkaian program bertema “Spring Escape” yang memadukan dekorasi taman bunga matahari raksasa, festival kuliner

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill