Meritokrasi Tanpa Jiwa
Senin, 17 Agustus 2026 | 19:33
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TANGERANGNEWS.com-Pihak Paramount Serpong sebagai induk perusahaan Fame Hotel akhirnya mengambil alih kasus video rekaman tamu-tamu hotel yang sedang tanpa busana, Senin (27/3/2017).
“Kasus ini sudah kami tangani, korban sudah tidak ada masalah. Apakah nanti kita support dengan CCTV, enggak tahu. Tapi next kalau ada kejadian lagi, sekejap langsung koordinasi soal CCTV,” ujar Legal Litigasi Paramount Serpong, Andre Widiono, saat ditemui.
Ditanya terkait CCTV, Andre enggan menjelaskan apakah kondisi CCTV di sana dalam keadaan rusak atau berjalan dengan semestinya. Sebeb, sebelumnya pihak manajemen Fame Hotel mengatakan, CCTV ketika peristiwa itu terjadi dalam keadaan rusak.
Namun, yang jelas menurut Andre kasus ini sudah tidak ada lagi ditangani oleh korban JM. “Kami yang jelas akan membantu korban, “ jelasnya.
Ditanya soal bilik toilet wanita yang terdapat pria serta bisa sampai merekam dari arah belakang dengan leluasa, Andre pun mengaku tidak tahu karena dirinya belum melihat langsung toilet di lokasi.
“Setahu saya standar seperti di hotel lainnya. Saya sendiri jujur belum ke lokasi, hanya saja kita telah memanggil korban,” terangnya.
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TODAY TAGPerayaan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia di Kecamatan Curug tahun ini tidak hanya diwarnai kegiatan seremonial. Tetapi juga menjadi sarana pembinaan atlet muda melalui gelaran Paramount Petals Cup 2026.
Sebuah ruko yang dijadikan bisnis laundry di Jalan Lengkong Karya, RT 001/001, Kelurahan Lengkong Karya, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), ludes terbakar pada Kamis 20 Agustus 2026, dini hari
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews