Connect With Us

Kasus Rekaman Fame Hotel Diambil Alih Paramount Serpong

Denny Bagus Irawan | Senin, 27 Maret 2017 | 13:00

Fame Hotel di Gading Serpong, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. (@tangerangnews 2017 / Raden Bagoes Irawan)

 

TANGERANGNEWS.com-Pihak Paramount Serpong sebagai induk perusahaan Fame Hotel akhirnya mengambil alih kasus video rekaman tamu-tamu hotel yang sedang tanpa busana, Senin (27/3/2017).  

“Kasus ini sudah kami tangani, korban sudah tidak ada masalah. Apakah nanti kita support dengan CCTV, enggak tahu. Tapi next kalau ada kejadian lagi, sekejap langsung koordinasi soal CCTV,” ujar Legal Litigasi Paramount Serpong, Andre Widiono, saat ditemui.

Ditanya terkait CCTV, Andre enggan menjelaskan apakah kondisi CCTV di sana dalam keadaan rusak atau berjalan dengan semestinya. Sebeb, sebelumnya pihak manajemen Fame Hotel mengatakan, CCTV ketika peristiwa itu terjadi dalam keadaan rusak.

Namun, yang jelas menurut Andre kasus ini sudah tidak ada lagi ditangani oleh korban JM. “Kami yang jelas akan membantu korban, “ jelasnya.

Ditanya soal bilik toilet wanita yang terdapat pria serta bisa sampai merekam dari arah belakang dengan leluasa, Andre pun mengaku tidak tahu karena dirinya belum melihat langsung toilet di lokasi.

“Setahu saya standar seperti di hotel lainnya. Saya sendiri jujur belum ke lokasi, hanya saja kita telah memanggil korban,” terangnya.

 

 

OPINI
Korupsi dan Politik Pilih-Pilih Standar Global

Korupsi dan Politik Pilih-Pilih Standar Global

Jumat, 23 Oktober 2026 | 19:42

Wacana redefinisi korupsi yang dilemparkan oleh Dewan Ekonomi Nasional (DEN) memicu kegaduhan baru di ruang publik. Pemerintah mengusulkan agar penegakan hukum tindak pidana korupsi bergeser mengikuti standar global

BANTEN
Pencak Silat Didorong Jadi Ekskul dan Mulok Sekolah di Banten

Pencak Silat Didorong Jadi Ekskul dan Mulok Sekolah di Banten

Jumat, 23 Oktober 2026 | 19:26

Pemerintah Provinsi (Pemptov) Banten mendorong agar seni bela diri tradisional pencak silat dapat dijadikan sebagai muatan lokal (mulok) maupun kegiatan ekstrakurikuler di berbagai satuan pendidikan.

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill