Connect With Us

Kesaksian Teman Diana yang Lihat Percikan Api saat Tabrakan Terjadi

Mohamad Romli | Minggu, 23 April 2017 | 15:00

kendaraan yang digunakan Okta dan Diana. (Istimewa / Mohamad Romli)

TANGERANGNEWS.com-Tak pernah diduga, rencana liburan Diana Simatupang beserta teman kantor dan kekasihnya di Taman Matahari, Puncak, Bogor berubah menjadi musibah.

Keduanya diketahui tewas sebelum sampai dilokasi tujuan. "Diana sempat menelepon saya untuk pamit berangkat ke puncak sekitar jam satu siang pada Sabtu itu," kata Alam, paman korban kepada TangerangNews.com, Minggu (23/4/2017).

Alam mendapatkan kabar itu  dari teman korban yang sama-sama mengendarai sepeda motor.

"Saya terima telepon sekitar pukul 17.15  dari salah seorang teman Diana. Dia bilang.  Pak,  Diana kecelakaan di Gadog, Puncak," kata Alam menirukan suara temannya Diana.

Sontak saja dia langsung meneruskan kabar itu kepada ayahnya Diana, Anderson Simatupang. Dari cerita temannya Diana, kata Alam, rombongan tersebut hanya dua orang yang menggunakan sepeda motor, yaitu Diana dan calon suaminya. "Satu motor lagi  teman Dianya berbocengan dengan istrinya," tegasnya.

Saat menjelang lampu merah Gadog, motor temannya tersebut berhenti untuk mengisi bensin. Sementara Diana dan Okta terus melaju. "Namun Okta sempat memberikan klakson kepada mereka sebagai  tanda mereka jalan duluan," katanya. 

Saat temannya terhalang lampu merah di Gadog, dia melihat ada kecelakaan. "Mereka melihat percikan api dari motor yang terjepit mobil berwarna merah," tutur Alam. Rekan Diana tersebut segera mencari tahu korban dari kecelakaan tersebut.  Mereka menemukan korban adalah Diana, sementara Okta terpental ke dalam jurang.

"Diana saat dilokasi masih hidup, namun kakinya remuk dan mengalami luka dalam dikepala akibat benturan. Sedangkan Okta sudah meninggal dunia ," terangnya.

Anderson saat mendapatkan kabar langsung meluncur ke rumah sakit umum Ciawi. "Saya mendapatkan kabar sekitar jam 17.30 dan langsung menuju rumah sakit Ciawi, sampai disana sekitar jam 21.00," kata Anderson.

Sekitar pukul 23.30, jenazah dibawa keluarga ke kediaman korban di Griya Serpong Asri, blok BA No. 1 RT 01/08, Desa Suradita, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, dan sampai dilokasi sekitar pukul 01.30 dinihari tadi.

Kemudian korban dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Cibadak, Desa Suradita, Kecamatan Cisuak hari Minggu (23/4/2017) sekitar pukul 09.00.

TANGSEL
Pemuda Masjid di Tangsel Dibekali Keterampilan Coding dan Konten Digital

Pemuda Masjid di Tangsel Dibekali Keterampilan Coding dan Konten Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:41

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar program pelatihan keterampilan digital bagi kalangan pemuda masjid.

OPINI
Korupsi dan Politik Pilih-Pilih Standar Global

Korupsi dan Politik Pilih-Pilih Standar Global

Jumat, 23 Oktober 2026 | 19:42

Wacana redefinisi korupsi yang dilemparkan oleh Dewan Ekonomi Nasional (DEN) memicu kegaduhan baru di ruang publik. Pemerintah mengusulkan agar penegakan hukum tindak pidana korupsi bergeser mengikuti standar global

TEKNO
Kompetisi Robotik Nasional Digelar di Tangerang, Kemenpora Tekankan Penguatan Daya Saing Digital Generasi Muda

Kompetisi Robotik Nasional Digelar di Tangerang, Kemenpora Tekankan Penguatan Daya Saing Digital Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:41

Kompetisi teknologi bidang coding dan robotik, Codero National Competition (CNC) 2026 digelar di Mall @ Alam Sutera, Tangerang, selama 24–25 Oktober 2026.

BANTEN
Ada 160 Perusahaan Tambang Berizin di Banten, Pemprov Pantau Kewajiban Reklamasi Lahan

Ada 160 Perusahaan Tambang Berizin di Banten, Pemprov Pantau Kewajiban Reklamasi Lahan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 19:41

Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Banten mencatat sebanyak 160 perusahaan pertambangan telah mengantongi izin operasi produksi di wilayah Banten.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill