WH Singgung Soal Jalan Rusak dan Sampah di Kota Tangerang
Kamis, 5 Maret 2026 | 22:51
Infrastruktur dan sampah masih menjadi masalah utama yang dikeluhkan masyarakat urban, termasuk Kota Tangerang.
TANGERANGNEWS.com-Polsek Curug sudah menerima laporan korban penggelapan puluhan mobil yang dilakukan ESW, 26, di Sukabakti, Curug, Kabupaten Tangerang.
Kanit Reskim Polsek Curug, Iptu Totok Riyanto mengatakan selain menerima laporan, pihaknya juga sudah melakukan penyelidikan kasus yang dilakukan pemilik CV Bahri Jaya tersebut. BACA JUGA : Gelapkan Puluhan Mobil, Shinta Ditangkap di FM3 Tangerang
"Informasi yang kami terima korbannya mencapai 71 orang, namun baru ada 10 yang melapor," ujarnya, Senin (21/8/2017).
Dalam melakukan aksinya, kata Totok, pelaku menawarkan sewa mobil dengan tarif yang tinggi, sehingga banyak korban yang tergiur untuk menitipkan mobilnya ke rental mobil yang berlokasi di Jalan Diklat Pemda, Kelurahan Sukabakti, Curug tersebut.
"Namun bukannya direntalkan, mobil tersebut justru digadaikan oleh pelaku," tambahnya.
Polisi pun kini tengah memburu pelaku yang tercatat dari kartu identitasnya warga Kampung Sukabakti, Kelurahan Sukabakti, Curug tersebut.
"Kami masih memburu pelaku, karena pelaku melarikan diri dan mengganti nomor ponselnya," tukasnya. BACA JUGA : Tergiur Keuntungan Rental Mobil, Puluhan warga Tangerang Jadi Korban Penipuan
Diketahui, kasus penggelapan tersebut terungkap setelah puluhan korban tidak mendapatkan pembayaran sewa kendaraannya pada akhir Juli 2017. Setelah mereka datang ke kantor rental mobil tersebut, kondisi kantor sudah dalam kondisi tutup. Korban pun kaget setelah mendapatkan informasi ternyata mobil mereka digadaikan oleh pelaku.(RAZ)
Infrastruktur dan sampah masih menjadi masalah utama yang dikeluhkan masyarakat urban, termasuk Kota Tangerang.
TODAY TAGWilayah udara di sejumlah kawasan Timur Tengah ditutup akibat konflik antara Israel dan Iran. Hal ini berdampak pada sejumlah penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Kota Tangerang.
Stigma lama yang memandang ruang Bimbingan Konseling (BK) sebagai "ruang pengadilan" bagi siswa bermasalah mulai diubah.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews