Connect With Us

20 Produk Makanan Ilegal Disita BPOM

| Rabu, 10 Februari 2010 | 18:21

BPOM memeriksa makanan ilegal (tangerangnews / sira)

 
TANGERANGNEWS- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Banten kembali menggelar razia pasar modern Sinpasa di Sumarecon Mall Serpong, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, siang ini. Hasilnya, BPOM berhasil mengamankan 20 jenis produk makanan yang diedarkan secara ilegal ditemukan di pasar modern itu. Kepala Seksi Pemeriksaan dan Penyelidikan BPOM Provinsi Banten, Retni Sembiring mengatakan, sejumlah makanan ilegal itu berasal dari luar negeri. “Kami mengamankan 20 jenis makanan berbagai merek yang dijual bebas, padahal tidak ada yang bisa menjamin apa komposisinya. Jelas ini tidak boleh beredar sembarangan nanti siapa yang bertanggung jawab kalau terjadi sesuatu,” jelas Retni, siang ini.  

Sejumlah kosmetik ilegal yang ditemukan itu berasal dari China dan Malaysia. Diantaranya adalah makanan ringan mie instan, deterjen, makanan bayi dan kue kering. Makanan ini, kata dia, aadalah makanan  yang tidak boleh beredar sebagaimana Undang-Undang pangan dan Undang-Undang kesehatan No.36 tahun 2009 dengan ancaman hukuman penjara tiga tahun penjara dan denda sebesar Rp350 juta. Seharusnya, kata dia, makanan ini tidak boleh diperjual belikan. “Apalagi sampai sampai beredar di masyarakat,” ujarnya.
 

Retni mengatakan, seluruh produk ilegal itu disita dan diamankan di BPOM Provinsi Banten untuk selanjutnya akan dimusnahkan. Dia menegaskan, saat ini pihaknya akan memproses hukum kepada para pedagang yang menjual bebas makanan ilegal itu.
 
Sementara itu, Lia salah seorang pedagang yang tidak mau nama tokonya ditulis mengatakan, dirinya mendapatkan makanan ilegal itu dari distributor di Jakarta. Awalnya, kata dia, saat membeli produk tersebut dirinya tidak tahu jika itu produk illegal. Lia mengaku pasrah jika barang-barang dagangannya harus disita petugas. Dia juga tidak menyangka jika menjual barang-barang ilegal dan membahayakan itu akan diancam hukuman pidana dan denda ratusan juta rupiah.(dira)

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

TANGSEL
7 Ditangkap, Polisi Masih Buru 2 Tersangka Pembunuhan Prajurit TNI AD di Kelapa Dua

7 Ditangkap, Polisi Masih Buru 2 Tersangka Pembunuhan Prajurit TNI AD di Kelapa Dua

Senin, 27 Juli 2026 | 17:59

Polres Tangerang Selatan (Tangsel) terus mengusut tuntas kasus pengeroyokan yang mengakibatkan gugurnya personel TNI Angkatan Darat (AD), Prada ABS, 21 di Jalan Raya Pondok Hijau Golf, Desa Curug Sangereng, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang

WISATA
Festival Cisadane 2026 Pecahkan Rekor Hampir 140 Ribu Pengunjung, Dongkrak Perputaran Uang Rp10,63 Miliar

Festival Cisadane 2026 Pecahkan Rekor Hampir 140 Ribu Pengunjung, Dongkrak Perputaran Uang Rp10,63 Miliar

Senin, 27 Juli 2026 | 10:06

Festival Cisadane 2026 mencatatkan capaian yang lebih besar dibanding tahun sebelumnya. Selama lima hari pelaksanaan, ajang budaya tahunan di Kota Tangerang itu berhasil menarik sekitar 139.682 pengunjung

BANTEN
Hadapi Era AI, Sejumlah Kampus Unjuk Gigi Lewat Inovasi Teknologi di Banten Tech Festival 2026

Hadapi Era AI, Sejumlah Kampus Unjuk Gigi Lewat Inovasi Teknologi di Banten Tech Festival 2026

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:04

Berbagai inovasi tekonologi karya anak bangsa dari sejumlah perguruan tinggi dipamerkan dalam ajang Banten Festival Teknologi 2026 yang dihelat oleh Paguyuban Pasundan di Universitas Tangerang Raya (Untara), Tigaraksa, Kabupaten Tangerang

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill