Connect With Us

KPU Tangerang Sulit Data Warga Perumahan Elit Untuk Pilbup 2018

Mohamad Romli | Jumat, 19 Januari 2018 | 22:00

Akhmad Jamaludin, Ketua KPU Kabupaten Tangerang. (@TangerangNews / Mohamad Romli)

TANGERANGNEWS.com-4.500 Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) pada Pilbup Tangerang 2018 secara serentak akan melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih, Sabtu (20/1/2018).

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tangerang telah memetakan dari 29 kecamatan di Kabupaten Tangerang, terdapat dua kecamatan yang dianggap pihaknya memiliki tingkat kesulitan dalam coklit tersebut, yakni Kecamatan Kelapa Dua dan Pagedangan.

BACA JUGA:

Akhmad Jamaludin, Ketua KPU Kabupaten Tangerang membeberkan, kesulitan petugasnya di dua kecamatan itu karena ada penduduk yang bermukim di kawasan perumahan elit.

"Biasanya, petugas kami mendapatkan kendala untuk masuk ke kawasan perumahan elit," katanya, Jumat (19/1/2018).

Kesulitan dimaksud, lanjut Jamal biasanya bermula dari hambatan birokratis dari petugas keamanan (satpam) setempat, selain itu juga penduduk yang akan dicoklit kerap sulit ditemui petugas.

Ia menegaskan, semua pihak harus bisa mendukung kegiatan tersebut, karena jika ada pihak yang menghalang-halangi petugas coklit, bisa berurusan dengan hukum sebagaimana diatur dalam UU No 10/2016 tentang perubahan kedua atas UU No 1/2015 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU No 1/2014 tentang Pemilihan Gubernur,  Bupati, dan Wali Kota menjadi Undang-Undang.

"Kalau sampai menghambat atau menghalang-halangi petugas bisa dipidana," tegasnya.

Ditambahkannya, untuk menghindari hal tersebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Polres Tangsel untuk menjamin sikap kooperatif dari semua pihak, terutama pengelola kawasan perumahan elit, karena kedua kecamatan itu masuk dalam wilayah hukum Polres Tangsel.

Sementara itu, Kapolres Tangsel AKBP Fadli Widiyanto saat dihubungi TangerangNews.com melalui telepon selulernya membenarkan telah terjadi komunikasi pihaknya dengan KPU untuk pelaksanaan kegiatan coklit tersebut.

Fadli mengatakan akan menerjunkan personelnya dari Polsek Kelapa Dua dan Pagedangan untuk mengawal petugas coklit saat terjun ke kawasan perumahan elit agar tidak terjadi hambatan.

Ia juga memastikan akan memproses secara hukum jika masih ada pihak yang menghambat karena tindakan itu masuk kategori pidana.

"Tapi Insya Allah tidak ada yang menghambat, intinya hanya komunikasi saja, dan kita akan bantu," tukasnya.(RAZ/RGI)

PROPERTI
Grand Boulevard Aniva Jadi Pusat Komersial Baru di Gading Serpong, Punya Lebih dari 10 Fitur Unggulan

Grand Boulevard Aniva Jadi Pusat Komersial Baru di Gading Serpong, Punya Lebih dari 10 Fitur Unggulan

Kamis, 10 September 2026 | 14:58

Paramount Land kembali menambah pilihan area komersial dengan menghadirkan Grand Boulevard Aniva ‘The Ultimate Grande Concept’, kawasan terbaru di Aniva @ Paramount Gading Serpong yang menawarkan lebih dari 10 fitur istimewa.

BANTEN
Pencarian Rombongan Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari

Pencarian Rombongan Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari

Senin, 14 September 2026 | 21:42

Pencarian terhadap delapan orang yang terdiri atas lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda dilanjutkan selama tiga hari kedepan.

TEKNO
Hadapi Tantangan Industri Ritel, Aprindo Gandeng UBM Serpong Kembangkan Data Sains dan AI

Hadapi Tantangan Industri Ritel, Aprindo Gandeng UBM Serpong Kembangkan Data Sains dan AI

Rabu, 9 September 2026 | 19:46

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) berkolaborasi dengan Universitas Bunda Mulia (UBM) dalam pengembangan inovasi serta pemanfaatan data science dan artificial intelligence (AI) di sektor ritel.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill