Andra Soni Wanti-wanti ASN Dilarang Titip Siswa di SPMB SMA/SMK Negeri 2026
Selasa, 5 Mei 2026 | 14:48
Gubernur Banten Andra Soni secara tegas melarang keras praktik titip-menitip siswa dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK Negeri.
TANGERANGNEWS.com-Dua orang warga Kampung Karoya, Desa Carenang, Kecamatan Cisoka tewas tersambar petir di Kampung Janur, RT 12/03, Desa Bojongloa, Cisoka, Jumat (19/10/2018).
Peristiwa itu terjadi saat turun hujan lebat disertai angin dan petir sekitar pukul 14.00 WIB.
Dikatakan Kapolsek Cisoka AKP Uka Subakti, saat itu dua orang korban tewas yakni Udin, 50 dan Udin Arsudin, 40 beserta dua orang lainnya sedang berteduh dibawah sebuah saung.
"Tiba-tiba petir menyambar ke lokasi tempat keempat orang tersebut berteduh dan menyambar 3 orang diantaranya, 2 Orang korban meninggal dunia ditempat," beber Uka.
Selain kedua korban tewas tersebut, dalam peristiwa itu, satu orang korban lainnya yakni Marsen, 40, juga harus dilarikan ke RSUD Balaraja dan nyawa korban berhasil diselamatkan.
Masih kata Uka, kedua korban tewas mengalami luka memar pada bagian tengkuk sebelah kanan dan rusuk sebelah kanan. Jasad korban telah diantar dari lokasi kejadian ke rumah masing-masing keluarga korban.
Lanjut Uka, berdasarkan keterangan dari saksi di lokasi, petir menyambar ke saung tersebut diduga karena jaringan ponsel salah satu korban.
"Diduga karena jaringan signal ponsel," tandasnya.
Informasi yang dihimpun, korban yang sempat dilarikan ke RSUD Balaraja sudah dipulangkan ke rumahnya dengan kondisi telah pulih.(RMI/HRU)
Gubernur Banten Andra Soni secara tegas melarang keras praktik titip-menitip siswa dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK Negeri.
TODAY TAGKantor Regional I PT Angkasa Pura Indonesia (Injourney Airports) menyatakan kesiapan penuh untuk melayani keberangkatan jemaah haji tahun 1447H/2026.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meluncurkan program pembayaran berbasis QRIS untuk akses transportasi menuju kawasan wisata Baduy.
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews