Connect With Us

Diduga tersambar petir, pabrik tiner terbakar di Tangerang

Achmad Irfan Fauzi | Jumat, 17 November 2017 | 15:00

Kebakaran gedung pabrik tiner PT Mustika di Kawasan Industri, Jalan Manis 5, Jati Uwung, Kota Tangerang, Jumat (17/11/2017). (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi)

TANGERANGNEWS.com-Kebakaran kembali terjadi, kali ini si jago merah mencoba menghanguskan gedung pabrik yang terletak di Kawasan Industri, Jalan Manis 5, Jati Uwung, Kota Tangerang, Jumat (17/11/2017). Kepulan asap hitam pekat terlihat dari jarak lima kilometer.

Menurut petugas kemanan sekitar, kebakaran terjadi pada pukul 13.00 WIB. Dugaan sementara kebakaran tersebut karena petir yang menyambar pabrik tiner tersebut.

"Itu pabrik tiner PT Mustika, tadi kan hujan deras. Pabrik kena samber petir, karena itu pabrik tinner langsung cepat membesar apinya," ujar Cecep Supriadi saat ditemui di lokasi.

Tampak petugas sedang melakukan pemadaman. Hingga pukul 14.23 WIB, api membesar dan kebakaran masih berlangsung.(DBI/HRU)

NASIONAL
Jangan Salah, Ini Daftar Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan per Juli 2026

Jangan Salah, Ini Daftar Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan per Juli 2026

Senin, 6 Juli 2026 | 12:59

Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) perlu mengetahui bahwa tidak semua tindakan operasi dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

BANTEN
Gunung Anak Krakatau Status Siaga Level III, Masyarakat Dilarang Mendekat dalam Radius 3 Km

Gunung Anak Krakatau Status Siaga Level III, Masyarakat Dilarang Mendekat dalam Radius 3 Km

Sabtu, 4 Juli 2026 | 21:39

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan tingkat aktivitas Gunung Api Anak Krakatau yang berlokasi di perairan Selat Sunda, di antara Pulau Jawa dan Sumatra, dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill