Connect With Us

Diduga Main Korek, Bocah 3 Tahun Terbakar di Tigaraksa

Maya Sahurina | Kamis, 19 September 2019 | 15:43

Petugas kepolisian saat mengevakuasi jenazah seorang anak yang berusia 3 tahun yang tewas terbakar di rumahnya, Rabu (18/9/2019). (@TangerangNews / Maya Sahurina)

TANGERANGNEWS.com-Akibat kurangnya pengawasan orang tua, seorang anak berusia 3 tahun terbakar di rumahnya hingga tewas.

Peristiwa mengenaskan itu terjadi di rumah salah satu warga Kampung Pasir Nangka, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Rabu (18/9/2019), sekitar pukul 15.00 WIB.

Awalnya korban tengah main bersama dua temannya di dalam rumah. Diduga memainkan korek api, satu kasur yang ada di dalam rumah tersebut terbakar.

Salah satu warga setempat, Muhammad Cecep Kurnia yang juga ikut membantu memadamkan api mengatakan, awal kejadian tidak ada satupun orang yang berada di lokasi.

BACA JUGA:

Namun menurutnya, yang pertama kali terbakar adalah ruangan kamar depan, di mana Alia (korban) ditemukan dalam keadaan tewas.

"Semua tidak ada yang mengetahui persis awal kejadian, karena memang keadaan sepi, entah mereka (anak-anak) itu membawa korek, atau di dalam tersedia korek. Lalu dimainkan, sehingga mengenai kasur, hingga terbakar, " jelasnya.

Sementara Kepala Unit Reskrim Polsek Tigaraksa IPTU Bambang Sutrisno mengatakan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan, karena saksi yang benar-benar mengetahui detail kejadian masih anak-anak di bawah umur.

Sehingga sangat sulit untuk dimintai keterangannya. Saat ini jenazah korban langsung dilarikan ke RSUD Balaraja, untuk dilakukan autopsi dan dibersihkan.

"Penyebabnya masih belum diketahui, karena yang mengetahui itu Dafa, 2, dan Rafa, 4, masih dalam kondisi trauma. Kedua anak ini bisa selamat, mungkin ketika ada api yang mulai menyala, mereka langsung lari ke rumah. Sementara Alia justru tertinggal di dalam kamar, " pungkasnya.(RAZ/RGI)

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

KAB. TANGERANG
Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:14

Regulasi lahan sawah dilindungi (LSD) dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 4 Tahun 2026 berpotensi memengaruhi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Tangerang pada 2027 mendatang.

TEKNO
Cegah Serangan Siber PHP2Shell, Pemkot Tangerang Amankan 157 Aplikasi

Cegah Serangan Siber PHP2Shell, Pemkot Tangerang Amankan 157 Aplikasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:21

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) memastikan pelayanan publik berbasis digital tetap berjalan lancar. Pemkot juga menjamin seluruh data pribadi masyarakat berada dalam kondisi aman

OPINI
Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:29

Bagi sebagian guru, kata “supervisi” masih terdengar seperti jadwal ujian: tegang, penuh persiapan dadakan, lalu lega ketika selesai. Padahal supervisi dirancang untuk membantu guru bertumbuh. Jika hanya berhenti pada pengisian instrumen

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill