Meritokrasi Tanpa Jiwa
Senin, 17 Agustus 2026 | 19:33
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TANGERANGNEWS.com-Nasib nahas menimpa Hudari, 52, seorang pedagang kopi keliling yang berjualan di Jalan Raya Gading Serpong, Kelurahan Medang, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang.
Ia tewas tersambar petir saat menjajakan dagangannya.
Kapolsek Pagedangan AKP Efri mengatakan, peristiwa yang terjadi Jumat (27/12/2019) itu bermula saat korban berjualan di bawah guyuran hujan deras.
"Saat korban sedang mangkal, tiba-tiba ada petir menyambar korban," ujar Efri saat dikonfirmasi, Senin (30/12/2019).
Akibatnya, kata Efri, korban langsung tergeletak. Seketika, korban yang tergeletak itu pun menjadi pusat perhatian warga di lokasi.
"Selanjutnya korban ditolong warga dan dibawa ke RS Murni Asih Medang," imbuhnya.
Namun nahas, korban yang diketahui merupakan warga asli Serang, Banten itu tak dapat diselamatkan.
"Nyawa korban tidak tertolong dan meninggal dunia. Saat ini korban sudah dibawa keluarganya ke kampung halaman untuk dimakamkan," pungkasnya.(RMI/HRU)
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TODAY TAGSekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.
Rumah Sakit (RS) Melati Tangerang meraih penghargaan Juara 1 Produktivitas Kategori Perusahaan Menengah Tingkat Kota Tangerang.
Aksi nekat warga negara Korea Selatan (Korsel) berinisial JJ, 25, berujung jeruji besi. Ia diringkus setelah kedapatan menyelundupkan satwa liar endemik Indonesia yang disembunyikan di dalam kopernya, di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta)
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews