Dekati Kawasan Hunian, COURTS Buka Gerai One-Stop Shopping di Bintaro Xchange
Sabtu, 24 Januari 2026 | 23:40
Warga urban Jakarta dan sekitarnya tidak lagi harus menembus macet menuju pusat kota, untuk belanja kebutuhan perlengkapan rumah tangga.
TANGERANGNEWS.com-Sebanyak 6 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) COVID-19 di Kabupaten Tangerang meninggal dunia. Kematian enam pasien tersebut terkonfirmasi hari ini, Senin (30/3/2020).
Informasi yang dihimpun TangerangNews, 5 orang PDP meninggal hari ini, sementara 1 orang pada Rabu (25/3/2020).
Penelusuran TangerangNews di portal data, visualisasi, dan informasi mengenai COVID-19 di Kabupaten Tangerang, http://covid19.tangerangkab.go.id/, 5 PDP yang meninggal hari ini berasal dari empat kecamatan. Kecamatan Pagedangan 1 orang, Pasar Kemis 1 orang, Sepatan Timur 1 orang dan Kelapa Dua 2 orang.
“Lima PDP yang dinyatakan meninggal hari ini dalam proses perawatan di beberapa rumah sakit,” ujar Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dr Hendra Tarmizi kepada TangerangNews, Senin (30/3/2020).
Selain itu, pihaknya juga belum bisa memastikan penyebab kematian 5 PDP itu, karena masih menunggu hasil tes swab COVID-19.
Sementara, 1 PDP asal Kecamatan Sindang Jaya meninggal pada Rabu (27/3/2020) meski dikonfirmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang bukan karena positif terjangkit virus Corona, namun karena penyakit penyerta lainnya.
Hingga berita ini diturunkan pukul 17.30 WIB, berdasarkan data yang dipublikasikan Pemkab Tangerang, tercatat 309 PDP dan ODP di Kabupaten Tangerang. 70 orang PDP masih dalam perawatan, 184 ODP masih dalam pemantauan dan 55 orang PDP dan ODP dinyatakan sembuh.
Sementara pasien terkonfirmasi positif sebanyak 18 orang dengan 1 orang dinyatakan sembuh.(RMI/HRU)
Warga urban Jakarta dan sekitarnya tidak lagi harus menembus macet menuju pusat kota, untuk belanja kebutuhan perlengkapan rumah tangga.
TODAY TAGKasus saldo kripto yang mendadak terkuras tanpa disadari semakin sering terjadi. Salah satu penyebab yang kini banyak digunakan penipu adalah wallet drainer, alat berbahaya yang mampu menguras aset kripto hanya lewat satu persetujuan transaksi.
Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews