RS Melati Kota Tangerang Luncurkan Logo Baru
Sabtu, 31 Januari 2026 | 20:21
Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 dimanfaatkan RS Melati Kota Tangerang untuk menegaskan langkah transformasi layanan kesehatan kepada masyarakat.
TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kota Tangerang mengkonfirmasi penderita yang sembuh dari virus corona (Covid-19).
Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Tangerang dr. Liza Puspadewi mengatakan terdapat satu warga yang dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan akibat positif virus corona.
"Di Kota Tangerang ada satu pasien positif yang telah dinyatakan sembuh dan kini sudah kembali ke tempat tinggalnya," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (29/3/2020).
Berdasarkan situs Pemkot Tangerang, seorang warga yang sembuh dari positif corona itu berasal dari Kelurahan Paninggilan Utara, Kecamatan Ciledug.
“Sebelumnya pasien telah menerima perawatan di salah satu rumah sakit dan harus diisolasi selama beberapa hari,” katanya.
Selain satu pasien positif yang sembuh, Liza juga mengungkapkan ada 36 orang dalam pemantauan (ODP) dan 3 pasien dalam pengawasan (PDP) yang juga dinyatakan negatif virus corona.
"Untuk yang berstatus ODP dan PDP seluruhnya melakukan isolasi mandiri di tempat tinggalnya," katanya.
Sementara itu, data per hari ini, pukul 18.40 WIB tentang sebaran Covid-19 di Kota Tangerang menyebutkan, sebanyak 463 ODP, 98 PDP, 19 positif, dan 4 orang meninggal.
Liza menerangkan penderita virus corona memiliki peluang untuk sembuh asalkan mentaati serta mampu menjaga kualitas kebersihan diri dan asupan gizi yang mencukupi.
"Selama pasien mau untuk disiplin dan mau melakukan karantina mandiri, peluang sembuh itu tetap ada," terangnya. (RAZ/RAC)
Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 dimanfaatkan RS Melati Kota Tangerang untuk menegaskan langkah transformasi layanan kesehatan kepada masyarakat.
TODAY TAGPendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SD dan SMP dijadwalkan mulai dibuka pada Senin 19 Januari 2026.
Upaya penanganan stunting di Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, terus berjalan sepanjang 2025. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah pendampingan gizi dan pemantauan kesehatan balita melalui program tanggung jawab sosial perusahaan
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membantah narasi yang beredar di media sosial terkait Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang disebut-sebut dapat menjadi “bom waktu” dan memicu cuaca tidak stabil jika dilakukan secara terus-menerus.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews