Andra Soni Dorong Pengusaha Muda Manfaatkan Peluang dari Program MBG
Kamis, 7 Mei 2026 | 16:16
Gubernur Banten Andra Soni mendorong para pengusaha muda untuk menangkap peluang besar dari program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
View this post on Instagram
TANGERANGNEWS.com-Video yang menggambarkan kerusakan jalan di wilayah Kabupaten Tangerang tersebar di media sosial, Selasa 15 Juni 2021. Jalan itu sebenarnya sudah pernah trending di twitter. Bahkan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly pernah ke lokasi. Menjadi sorotan karena berdekatan dengan pintu utama masuk ke Indonesia, yakni Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Tepatnya, di Jalan Perancis, Kosambi, Kabupaten Tangerang. Dalam tayangan video tersebut, sang pengendara menyatakan, jika melintasi jalan tersebut harus menggunakan motocross.
“Harus beli motor trail. Sejak di sepanjang jalan sejak flyover Rawa Bokor sampai perempatan Dadap semakin hancur karena truk tanah, kalo panas ngebul minta ampun, kalo hujan lumpur,” tulis @rzqmlnfrds.
Belum lagi netizen yang menimpalinya. Mereka juga menyatakan keprihatinan yang sama. “Aku pernah kerja lewat situ, rasanya seperti mandi debu,” tulis @lidyamei_8
Sementara itu, pihak Pemkab Tangerang akhirnya membalas netizen yang memerolok kinerja mereka. “Terima Kasih atas mentionnya, informasi dari @dbmsda.kabtangerang bahwa untuk ruas wilayah Kabupaten Tangerang, proses lelang dan pekerjaan perbaikannya di tahun ini. Insya Allah selesai pada tahun ini. Sebagai informasi karena daerah perbatasan maka menjadi wilayah dan kewenangan serta otoritas beberapa instansi, pemkab, pemkot, pemprov dan juga BUMN. Mohon maaf atas Ketidaknyamanannya,” tulis aku resmi @pemkabtangerang.
Gubernur Banten Andra Soni mendorong para pengusaha muda untuk menangkap peluang besar dari program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
TODAY TAGPemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melakukan pemetaan pada 28 titik perlintasan Kereta Rel Listrik (KRL) di jalur green line rute Tanah Abang-Rangkasbitung.
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews