Connect With Us

Kesehatan Hewan Kurban di 29 Kecamatan Kabupaten Tangerang Diperiksa

Faisal Fazri | Selasa, 13 Juli 2021 | 13:35

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) melakukan pengecekan kesehatan pada hewan kurban secara serentak di 29 kecamatan, Selasa 13 Juli 2021. (@TangerangNews / Faisal Fazri)

TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kabupaten Tangerang, melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) melakukan pengecekan kesehatan pada hewan kurban secara serentak di 29 kecamatan, Selasa 13 Juli 2021.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner pada DPKP Kabupaten Tangerang drh. Pustri Windayani mengatakan, kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan untuk memastikan hewan yang dijual para pedagang sehat dan layak untuk dikurbankan.

Pihak DPKP akan mendatangi satu persatu para pedagang hewan kurban atau penampungan hewan setiap kecamatan.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) melakukan pengecekan kesehatan pada hewan kurban secara serentak di 29 kecamatan, Selasa 13 Juli 2021.

"Guna memeriksa kesehatan hewan - hewan tersebut, baik domba, kambing, kerbau maupun sapi yang akan dijadikan hewan kurban," jelasnya.

Kegiatan ini melibatkan 106 petugas dari DPKP Kabupaten Tangerang yang tersebar di kecamatan masing-masing. 

Adapun kriteria  pemeriksaan diantaranya beradasarkan jenis hewan, asal hewan, jumlah hewan yang dijual, surat kesehatan hewan dari daerah asal dan kondisi kesehatannya.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) melakukan pengecekan kesehatan pada hewan kurban secara serentak di 29 kecamatan, Selasa 13 Juli 2021.

"Hewan - hewan yang sudah dinyatakan sehat dan layak untuk dikurbankan akan diberi tanda khusus dari DPKP, yang disematkan di leher hewan tersebut," ungkap Pustri .

Untuk tempat penampungan atau lapak si penjual pun diberi stiker khusus menandakan bahwa tempat tersebut sudah diperiksa oleh DPKP.

"Saya juga memberikan pengarahan kepada para penjual untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan, agar masyarakat yang ingin membeli pun nyaman dan tidak khawatir," pungkasnya.

NASIONAL
Viral, Bocah SD di NTT Tulis Surat Perpisahan Sebelum Gandir Diduga Gegara Tak Dibelikan Buku dan Pensil

Viral, Bocah SD di NTT Tulis Surat Perpisahan Sebelum Gandir Diduga Gegara Tak Dibelikan Buku dan Pensil

Rabu, 4 Februari 2026 | 10:47

Seorang,m siswa kelas IV sekolah dasar berinisial YBR, 10, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi gantung diri di sebuah pohon cengkih di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis, 29 Januari 2026, lalu.

OPINI
Menambal Lubang Jalan dengan Batu, Menambal Tanggung Jawab Pemerintah Kabupaten Tangerang dengan Baliho “Hati-Hati Jalan Berlubang"

Menambal Lubang Jalan dengan Batu, Menambal Tanggung Jawab Pemerintah Kabupaten Tangerang dengan Baliho “Hati-Hati Jalan Berlubang"

Senin, 2 Februari 2026 | 20:43

Di Kabupaten Tangerang, lubang jalan bukan lagi anomali. Ia telah menjadi pola. Ia hadir bukan sebagai kecelakaan kebijakan, melainkan sebagai hasil dari pembiaran yang sistematis.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill