Connect With Us

Satgas Oksigen Pemkab Tangerang Terbentuk, Perumdam TKR Jadi Koordinator

Tim TangerangNews.com | Kamis, 15 Juli 2021 | 16:53

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar saat menghadiri peresmian Satgas Oksigen di kantor pusat Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja Kabupaten Tangerang (Perumdam TKR), Rabu (14/7/2021). (@TangerangNews / Rangga A Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com—Kelangkaan oksigen dalam tabung direspon cepat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang  dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Oksigen, Rabu (14/7/2021).

Satgas tersebut memiliki tugas khusus menyediakan oksigen dalam tabung, kemudian menyalurkannya ke rumah sakit dan puskesmas yang merawat pasien covid-19 di Kabupaten Tangerang. 

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar saat peresmian Satgas Oksigen tersebut di kantor pusat Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja Kabupaten Tangerang (Perumdam TKR) berharap, dengan kehadiran Satgas tersebut, masalah kelangkaan oksigen dalam tabung yang dibutuhkan pasien covid-19 dapat teratasi.

"Oksigen dan tabung oksigen ini adalah CSR dari BUMD di Kabupaten Tangerang yang dikoordinir oleh Perumdam Tirta Kerta Raharja," ujar Zaki.

Sedikitnya ada lima Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang tergabung dalam Satgas tersebut, yaitu Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja (Perumdam TKR), Perumda Pasar Niaga Kerta Raharja, PT LKM Artha Kerta Raharja, PT BPR Kerta Raharja Gemilang, dan PT Mitra Kerta Raharja.

Saat ini, lanjut Zaki, Satgas sudah mampu menyediakan sebanyak 71 oksigen dalam tabung yang terdiri dari enam tabung ukuran 1 meter kubik, dan 55 tabung ukuran 6 meter kubik.

"Targetnya 200 tabung. Mudah-mudahan dapat tercapai dan segera akan diisi oksigen, dan akan diberikan kepada fasilitas kesehatan yang membutuhkan," tambahnya.

Zaki juga mengapresiasi BUMD di Kabupaten Tangerang yang telah bergerak cepat menyediakan tabung oksigen tersebut di tengah kelangkaan saat ini.

"Ini adalah hasil gotong royong BUMD di Kabupaten Tangerang dan Pemda Kabupaten Tangerang untuk membantu ketersediaan oksigen dan tabung oksigen baik bagi rumah sakit, Puskesmas, maupun klinik-klinik kesehatan yang membutuhkan," jelasnya.

Zaki juga memastikan ketersediaan oksigen di Kabupaten Tangerang masih mencukupi, hanya saja tabung oksigennya yang masih perlu terus ditambah.

Sementara, Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid yang juga hadir dalam peresmian Satgas tersebut mengatakan, tabung oksigen tersebut akan didistribusikan sesuai dengan permintaan dari pihak rumah sakit, puskesmas, maupun klinik kesehatan yang merawat pasien covid-19.

"Di Kabupaten Tangerang ada 28 rumah sakit dan 44 Puskesmas," katanya. 

Mekanisme bantuan tabung oksigen tersebut yaitu pihak Satgas meminjamkan kepada rumah sakit maupun Puskesmas, kemudian setelah oksigen dalam tabung tersebut telah habis, maka diisi kembali oleh pihak Satgas.

Koordinator Satgas Oksigen Kabupaten Tangerang Sofyan Sapar mengatakan, saat ini pihaknya sudah bekerjasama dengan dua provider untuk pengisian oksigen tersebut dengan kemampuan isi ulang sebanyak 30 tabung per hari.

"Setelah oksigen dalam tabung  tersebut habis, kami langsung mengambilnya untuk diisi ulang," katanya.

Pria yang juga Direktur Utama Perumdam TKR tersebut menambahkan, Satgas akan terus berkiprah sampai kelangkaan oksigen di rumah sakit dan Puskesmas di Kabupaten Tangerang teratasi oleh pemerintah.

"Dengan adanya Satgas Oksigen ini, kami berharap dapat terus memberi sumbangsih untuk masyarakat Kabupaten Tangerang, terutama saudara-saudara kita yang sedang berjuang sembuh dari covid-19," pungkasnya.

AYO! TANGERANG CERDAS
Lulusan Sulit Terserap Kerja, Pemprov Banten Bakal Hapus Jurusan Akutansi dan Manajemen di SMK

Lulusan Sulit Terserap Kerja, Pemprov Banten Bakal Hapus Jurusan Akutansi dan Manajemen di SMK

Kamis, 7 Mei 2026 | 21:47

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten akan mengevaluasi sejumlah jurusan di sekolah menengah kejuruan (SMK) yang dinilai sudah tidak lagi sebanding dengan kebutuhan dunia kerja.

TOKOH
Selamat Jalan, Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker

Selamat Jalan, Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker

Sabtu, 7 Maret 2026 | 18:51

Kabar duka datang dari dunia musik Indonesia. Penyanyi Vidi Aldiano dikabarkan meninggal dunia pada usia 35 tahun. Informasi tersebut disampaikan sejumlah musisi Tanah Air melalui media sosial pada Sabtu, 7 Maret 2026, dikutip dari Kompas.

MANCANEGARA
Dampak Perang Timur Tengah, Prabowo Sebut Indonesia Harus Siap-siap

Dampak Perang Timur Tengah, Prabowo Sebut Indonesia Harus Siap-siap

Selasa, 10 Maret 2026 | 09:21

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan situasi geopolitik dunia yang memanas, terutama konflik di kawasan Timur Tengah, berpotensi menimbulkan dampak bagi berbagai sektor di Indonesia.

KOTA TANGERANG
Bus Tayo dan Si Benteng Gratis untuk Pelajar Kota Tangerang Masih Berlaku, Syaratnya Pakai Seragam Sekolah

Bus Tayo dan Si Benteng Gratis untuk Pelajar Kota Tangerang Masih Berlaku, Syaratnya Pakai Seragam Sekolah

Jumat, 8 Mei 2026 | 10:27

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memastikan layanan gratis bagi pelajar untuk menggunakan Bus Tayo dan Si Benteng masih berlaku sampai saat ini.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill