Connect With Us

128 Penggali Makam Covid-19 TPU Buniayu Tangerang Diberi Sembako dan Uang Kadeudeh

Tim TangerangNews.com | Senin, 29 November 2021 | 22:57

Ketua Korpri Kabupaten Tangerang Maesyal Rasyid memberi bantuan kepada 128 penggali makam Covid-19 di TPU Buniayu Kecamatan Sukamulya, Senin 29 November 2021. (@TangerangNews / Setda Kab. Tangerang)

TANGERANGNEWS.com – Korpri Kabupaten Tangerang memberikan bantuan kepada 128 penggali makam Covid-19 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Buniayu Kecamatan Sukamulya, Senin 29 November 2021. 

Bantuan tersebut diberikan kepada para penjaga dan penggali makam Covid-19 pada puncak peringatan HUT emas Korpri yang ke-50 berupa sembako dan uang kadeudeh bagi mereka yang telah berjibaku memberikan pelayanan prima memakamkan warga Kabupaten Tangerang yang meninggal akibat Covid-19.

"Saat ini di puncak HUT Korpri, kita kembali memberikan tanda tali kasih kita atas perjuangan mereka, para penggali makam korban Covid-19 di Kabupaten Tangerang," ungkap Ketua Korpri Kabupaten Tangerang Moch. Maesyal Rasyid, Senin ini. 

Maesyal menuturkan, setiap ASN pasti mempunyai batas waktu pengabdian diri. Untuk itu, ASN harus berbuat yang terbaik kepada masyarakat. Bantuan ini merupakan sumbangan dari ASN Kabupaten Tangerang yang terus mengabdi kepada masyarakat dalam kondisi pandemi Covid-19.

"Selain memberikan santunan, Pemkab Tangerang pun menata ulang TPU Buniayu agar lebih nyaman dan aman dalam memakamkan," kata Maesyal yang juga Sekda Kabupaten Tangerang.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Permukiman dan Pemakaman Kabupaten Tangerang Iwan Firmansyah mengatakan, sampai saat ini petugas pemakaman TPU Buniayu sudah memakamkan 1.521 orang dan mencapai puncaknya di bulan Juni-Juli 2021, di mana banyak yang dimakamkan karena kasus Covid-19. 

"Penataan TPU Buniayu mulai dari pelebaran jalan, penerangan jalan umum dan tiga unit mobil jenazah untuk mendukung operasional pemakaman," jelas Iwan.

Petugas penggali makam, Sahadi, 37, mengaku saat puncak pandemi memakamkan jenazah Covid-19 hingga malam hari, di tengah hujan deras dan kondisi gelap hanya penerangan seadanya. Ini merupakan tanggung jawab sebagai seorang petugas yang harus senantiasa siap bertugas dengan di lengkapi APD dan peralatan seadanya.

"Saat puncak pandemi satu hari bisa memakamkan jenazah Covid-19 sampai 10-30 orang, hingga malam hari. Alhamdulilah masih diberikan kesehatan," ucap Sahadi.

Sahadi menambahkan, saat ini pandemi sudah mulai melandai dan berharap kondisi ini bisa tetap terjaga dan masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan sehingga jangan sampai terulang kembali sampai korban berjatuhan.

"Saya harap pendemi Covid-19 cepat selesai. Masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan, jangan abai. Terima kasih kepada Pak Bupati yang memberikan bantuan dan penghargaan kepada kami," tuturnya.

WISATA
Habiskan Rp2,3 Miliar, Apa Saja Isi Tugu Titik Nol Tangerang?

Habiskan Rp2,3 Miliar, Apa Saja Isi Tugu Titik Nol Tangerang?

Selasa, 20 Januari 2026 | 19:51

Tugu titik nol Kabupaten Tangerang yang sempat menjadi kontroversi lantaran memakan anggaran sebesar Rp2,3 miliar kini sudah mulai beroperasi dan dipergunakan sebagai taman literasi digital untuk masyarakat.

BANDARA
Komisi VII DPR RI Tegur Pengelola Bandara Soekarno-Hatta Soal Banjir hingga Delay

Komisi VII DPR RI Tegur Pengelola Bandara Soekarno-Hatta Soal Banjir hingga Delay

Jumat, 16 Januari 2026 | 22:13

Komisi VII DPR RI memberikan teguran terkait masalah banjir, kemacetan hingga delay penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang. Masalah klasik ini dinilai dapat menghambat kemajuan pariwisata Indonesia.

HIBURAN
Pecinta Durian Merapat, Tangcity Mall Gelar Pesta Durian Mulai Rp50 Ribuan

Pecinta Durian Merapat, Tangcity Mall Gelar Pesta Durian Mulai Rp50 Ribuan

Minggu, 1 Februari 2026 | 21:18

Kabar gembira bagi para pecinta durian. Tangcity Mall kembali memanjakan lidah masyarakat dengan menghadirkan event kuliner tahunan yang paling dinanti, yaitu Rame Rame Belah Duren.

OPINI
Tangsel, Kota Pintar yang Gagap Sampah

Tangsel, Kota Pintar yang Gagap Sampah

Minggu, 1 Februari 2026 | 21:10

Krisis sampah di Tangsel bukan sekadar soal lahan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang penuh atau truk yang rusak. Masalah sebenarnya adalah kegagalan sistemik dalam menutup siklus konsumsi yang didorong oleh gaya hidup urban yang masif.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill