Connect With Us

Tidak Pernah Jual, Lahan Warga di Kosambi Tangerang Tiba-tiba Ditembok Mafia Tanah

Rangga Agung Zuliansyah | Rabu, 16 Februari 2022 | 10:08

Ilustrasi Sertifikat Tanah. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Kasus dugaan penyerobotan lahan oleh mafia tanah di Salembaran Jaya, Kecamatan Kosambi, Kabupaten tangerang disidangkan Pengadilan Negeri (PN) Kota Tangerang, Selasa 15 Februari 2022.

Perkara ini merupakan perseteruan kepemilikan tanah seluas 20.110 meter persegi (m2) antara Tonny Permana dengan Ahmad Ghozali di kawasan tersebut. Dalam kasus tersebut mengemuka adanya dugaan pemalsuan surat dan penyerobotan tanah.

Hema Anggiat Simanjuntak, salah satu kuasa hukum dari Tonny Permana mengatakan, dalam sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi terungkap Ahmad Ghozali selaku tergugat tak pernah membeli dan menguasai tanah di kawasan Salembaran Jaya itu.

Apalagi, pihak Ghozali mengaku membeli tanah tersebut dari warga setempat bernama Micang. 

“Tonny merupakan pemegang Sertifikat Hak Milik (SHM). Sementara Ghozali, mengambil alih lahan hanya dengan berpegang dokumen akta jual beli (AJB) dan girik yang diduga palsu,” katanya.

Sebaliknya, Ghozali juga mengeklaim sebagai pemilik lahan yang sama. Karenanya, kuasa hukum Tonny Permana ini juga mengadukan persoalan ini kepada Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).

Di persidangan, sepengtahuan saksi yang merupakan penduduk asli di sana, menyebut bahwa sejak tahun 1990 hingga 2016, tanah itu tak pernah mengalami pergantian kepemilikan.

Sejak tahun 1990, tanah itu dibeli secara bersama-sama oleh Umar Wijaya dan Swantiti. Dalam perjalanannya, Umar Wijaya memberikan tanah itu kepada Swantiti. Kemudian, pada 2017 tanah itu dijual oleh Swantiti kepada Tonny Permana. Tanah itu pun telah memiliki Sertifikat Hak Milik. 

“Kami menyimpulkan dalam pemeriksaan saksi ini, sudah menguatkan bukti bahwa proses peralihan kepemilikan ke Pak Tonny Permana sudah sah dan tidak ada gugatan dan tidak ada permasalahan,” kata Hema, usai persidangan, Selasa 14 Ferbuari 2022.

Karena itu, Hema menyebut, ada upaya perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh pihak tergugat dalam kasus ini. Pasalnya, fakta persidangan menegaskan sahnya klaim kliennya.

“Apalagi, yang namanya Micang itu sangat jauh dengan objek sengketa. Saksi pun merupakan saudara jauh dari Micang sehingga mengetahui dengan pasti siapa itu Micang, saksi sudah menjelaskan soal kepemilikan tanah tersebut bahwa Micang tidak pernah membeli ataupun menguasai tanah sejak dulu,” tambah Hema. 

Dalam persidangan, Suheri Hamid salah satu warga di Salembaran Jaya menjelaskan kepada hakim bahwa sejak tahun 1990 hingga 2016, orang tuanya sudah mengurusi lahan yang tengah disengketakan ini. 

Pada periode itu, Suheri mengaku, tak pernah mendengar adanya peralihan kepemilikan lahan dari Swantiti ke pihak lain kecuali, Tonny Permana. Dia juga menegaskan, Micang bukan pemilik lahan yang disebut menjual tanah ke Ghozali.

“Itu tanah mereka beli berdua (Umar Wijaya dan Pak Swantiti). Almarhum ayah saya yang menggarap tanah itu,” kata Suheri.

Suheri mengetahui, peralihan kepemilikan tanah dari Swantiti ke Tonny Permana setelah ada orang kepecayaan Tonny menyambangi dia pada 2017.

Saat itu, Suheri mengatakan, mereka menujukan sejumlah dokumen yang menandakan kepemilikan tanah itu. Suheri diminta oleh pihak Tonny Permana untuk mengawasi dan menjaga lahan tersebut.

Saat ditanya Hakim apakah dia melihat adanya sertifikat kepemilikan tanah, Suheri menyebut jika mereka menunjukkan dokumen kepemilikan. “Kalau itu saya tidak tahu, Pak. Tapi mereka menunjukan dokumen kepemilikan tanah,” tambahnya.

Masih di persidangan itu, Suheri mengaku diminta untuk mengawasi tanah tersebut, termasuk menjaga agar patok-patok batas lahan tetap utuh

Namun, selang beberapa waktu, Suheri mendapati lahan itu sudah diurug oleh salah satu pihak, batas-batas patok sudah digusur. Bahkan, tanah telah ditembok keliling oleh pihak tertentu.

Ketika dia menegur kepada tukang yang menembok, tak satupun para pekerja menjawab pertanyaannya. 

Bahkan, Suheri pernah mendapati bangunan lahan yang dipercayakan dijaganya dibakar oleh sejumlah orang. Suheri pun menyebut, ada lahan selain milik Tonny Permana yang diserobot oleh pihak tertentu. 

Terhadap saksi ini, salah satu tim kuasa hukum Ahmad Ghozali pun menanyakan, apakah Suheri pernah mendengar bahwa kepemilkan tanah tersebut bukan milik Tonny Permana. “Tidak ada, Pak,” tukas Suheri.

Usai persidangan, tim kuasa hukum Ahmad Ghozali juga enggan menjawab pertanyaan wartawan mengenai permasalahan sengketa tanah tersebut. “Saya tidak dikuasakan untuk menjawab pertanyaan,” kata dia.

OPINI
Tumbal Gelar Akademik di Bawah Ketiak Kekuasaan

Tumbal Gelar Akademik di Bawah Ketiak Kekuasaan

Jumat, 24 Juli 2026 | 15:17

Para perumus kebijakan dengan visi menembus galaksi bimasakti menggagas kewajiban suci bagi seluruh dosen perguruan tinggi untuk memiliki kualifikasi akademik sekurang kurangnya strata tiga.

TEKNO
MK Putuskan Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Pengguna Berhak Pakai Sampai Habis

MK Putuskan Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Pengguna Berhak Pakai Sampai Habis

Jumat, 24 Juli 2026 | 10:06

Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian permohonan uji materi terkait kebijakan kuota internet yang hangus.

BANTEN
Hadapi Era AI, Sejumlah Kampus Unjuk Gigi Lewat Inovasi Teknologi di Banten Tech Festival 2026

Hadapi Era AI, Sejumlah Kampus Unjuk Gigi Lewat Inovasi Teknologi di Banten Tech Festival 2026

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:04

Berbagai inovasi tekonologi karya anak bangsa dari sejumlah perguruan tinggi dipamerkan dalam ajang Banten Festival Teknologi 2026 yang dihelat oleh Paguyuban Pasundan di Universitas Tangerang Raya (Untara), Tigaraksa, Kabupaten Tangerang

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill