ITTS Jadi Kampus Pertama di Asia Tenggara yang Masuk Ekosistem WordPress Credits
Kamis, 17 September 2026 | 18:01
Institut Teknologi Tangerang Selatan (ITTS) menorehkan pencapaian membanggakan di kancah pendidikan tinggi internasional.
TANGERANGNEWS.com-Remaja 16 tahun berinisial SC, menjadi korban pemerkosaan seorang tukang pecel lele di Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang. Dalam aksinya pelaku berinisial TS, 22, mengancam korban hingga memperkosanya belasan kali.
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Zain Dwi Nugroho mengatakan, korban dan pelaku awalnya saling berkenalan pada akhir tahun 2021. Pelaku bekerja sebagai pegawai di lapak pecel lele dekat rumah korban.
"Keduanya tetanggaan, pelaku tinggal di kontrakan. Karena tinggal berdekatan jadi mereka berkenalan," katanya, Senin 14 Maret 2021.
Aksi bejat pelaku dilakukan di kontrakannya. Saat membawa korban, pelaku mengancam akan menyetubuhi adiknya. Akhirnya korban pun menurut.
Namun ternyata perbuatan keji itu tak berhenti, malah dilakukan berulang kali. Selama tiga bulan, pelaku kerap menyetubuhi korban.
"Sejak Desember 2021- Februari 2022 dilakukan pemerkosaan. Total sudah dilakukan 13 kali," tambah Kapolres.
Kasus ini terungkap setelah korban memberanikan dari untuk mengadu ke ibunya lantaran merasa terancam. Selanjutnya orang tua korban langsung bergegas melaporkan pelaku ke Polresta Tangerang.
Setelah dilakukan visum ternyata petugas mendapati adanya kekerasan seksual. Petugas pun langsung bergerak menangkap pelaku di kontrakannya.
"TS dijerat Pasal 81 UU RI No 17/2016 tentang perubahan kedua atas UU No 23/2002 tentang perlindungan anak," jelas Kapolres.
Institut Teknologi Tangerang Selatan (ITTS) menorehkan pencapaian membanggakan di kancah pendidikan tinggi internasional.
TODAY TAGAntusiasme orangtua untuk menyekolahkan anaknya di Syafana Islamic School terbilang tinggi. Hingga Open Day tahun ajaran 2027-2028 digelar, hampir 1.000 calon siswa telah mendaftarkan diri secara online.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews