Connect With Us

Mayat Wanita Tanpa Identitas Mengambang di Sungai Cisadane Cisauk Tangerang

Rangga Agung Zuliansyah | Minggu, 10 April 2022 | 16:52

Sesosok mayat wanita tanpa identitas ditemukan mengambang di pinggir Sungai Cisadane, Kampung Sampora, RT02/02, Desa Sampora, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, Minggu 10 April 2022, pagi (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Sesosok mayat wanita tanpa identitas ditemukan mengambang di pinggir Sungai Cisadane, Kampung Sampora, RT02/02, Desa Sampora, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, Minggu 10 April 2022, pagi.

Kapolsek Cisauk AKP Antonius penemuan jenazah tersebut dilaporkan saksi Supendi ke pihaknya pada Pukul 10.25 WIB. Atas laporan tersebut pihaknya langsung ke lokasi untuk diidentifikasi.

"Korban Mrs X, perempuan, usia sekira 27 tahun, menggunakan kaos warna hitam lengan pendek, menggunakan celana pajang levis hitam, kulit putih, celana dalam warna coklat," katanya.

Selanjutnya, sekitar pukul 12.00 WIB korban dibawa ke RSUD Kabupaten Tangerang untuk dilakukan autopsi dan pengembangan lebih lanjut. Polisi belum membeberkan penyebab kematian korban.

BANDARA
AirNav Indonesia Perkuat Kualitas Layanan Navigasi dengan Australia Lewat Program ITSAP

AirNav Indonesia Perkuat Kualitas Layanan Navigasi dengan Australia Lewat Program ITSAP

Jumat, 3 Juli 2026 | 18:31

AirNav Indonesia dan Airservices Australia (ASA) resmi menutup rangkaian program Indonesia Transport Safety Assistance Package (ITSAP) di Kantor Pusat AirNav Indonesia, Kota Tangerang.

BANTEN
Gunung Anak Krakatau Status Siaga Level III, Masyarakat Dilarang Mendekat dalam Radius 3 Km

Gunung Anak Krakatau Status Siaga Level III, Masyarakat Dilarang Mendekat dalam Radius 3 Km

Sabtu, 4 Juli 2026 | 21:39

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan tingkat aktivitas Gunung Api Anak Krakatau yang berlokasi di perairan Selat Sunda, di antara Pulau Jawa dan Sumatra, dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill