KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com-Camat Solear Saedaman membenarkan bila lokasi Hutan Keramat Solear, Kabupaten Tangerang dipenuhi dengan sampah bekas pengunjung yang berlibur saat cuti Lebaran 2022.
Menurutnya jumlah pengunjung sempat membludak dibanding hari biasanya. Namun mereka meninggalkan sisa sampah.
"Iya betul, karena situasi pengunjung beberapa hari yang lalu membludak, jadi menimbulkan banyak sampah bekas mereka (pengunjung) makan atau minum," katanya, Jumat 6 Mei 2022.
Kondisi ini pun diperparah dengan minimnya sarana tempat sampah yang ada di lokasi wisata bersejarah tersebut.
"Kita juga kekurangan tempat sampah, jadi ya begitu," ujarnya.
Namun, Saedaman mengaku sudah meminta agar pihak Desa, Karang Taruna dan instansi Pemerintah Kabupaten Tangerang terkait untuk bisa mengangkut sampah-sampah yang berserakan di sana.
"Sudah dicek dan kita minta segera diangkut," jelasnya,
Sebelumnya, video tumpukan sampah di Hutan Monyet Keramat Solear, Kabupaten Tangerang, viral di sosial media, Jumat 6 Mei 2022.
Dalam video yang beredar terlihat sampah jenis plastik bertebaran di tanah. Bahkan sejumlah monyet mengais makanan dari sampah-sampah tersebut. Ada yang meminum dari minuman teh dengan kemasan botol plastik.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGAntusiasme orangtua untuk menyekolahkan anaknya di Syafana Islamic School terbilang tinggi. Hingga Open Day tahun ajaran 2027-2028 digelar, hampir 1.000 calon siswa telah mendaftarkan diri secara online.
Perumda Pasar Kota Tangerang mulai menata kembali Pasar Anyar setelah masa hak sewa selama 20 tahun berakhir pada 31 Agustus 2026.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews