Connect With Us

Pedagang Mie Ayam Tewas Tersambar Petir di Pasar Kemis Tangerang

Rangga Agung Zuliansyah | Senin, 16 Mei 2022 | 22:31

Seorang pria tersambar petir di depan gerbang Perumahan Taman Walet, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Senin 16 Mei 2022, sore. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Seorang pria tersambar petir di depan gerbang Perumahan Taman Walet, Kampung Ketos, RT02/03, Kelurahan Sindangsari, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, saat hujan mengguyur wilayah tersebut, Senin 16 Mei 2022, sore.

Korban diketahui bernama Teguh, warga asal Cilacap, Jawa Tengah, yang berprofesi sebagai pedagang mie ayam.

Berdasarkan informasi, sebelumnya korban tengah berjualan mie ayam di lokasi. Tiba-tiba petir menyambar hingga mengenai korban dan tak sadarkan diri. Namun tak lama kemudian, korban tewas dalam peristiwa itu.

TOKOH
Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:53

Slamet Suradio, masinis yang selamat dari peristiwa tabrakan kereta api dalam Tragedi Bintaro 1987, meninggal dunia pada Rabu, 3 Juni 2026, dini hari.

PROPERTI
Penghuni Paramount Petals Bertambah, Klaster Lily Mulai Diserahterimakan ke Konsumen

Penghuni Paramount Petals Bertambah, Klaster Lily Mulai Diserahterimakan ke Konsumen

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:29

Pengembangan kawasan hunian Paramount Petals memasuki babak baru. Setelah hampir dua tahun dipasarkan, pengembang mulai menyerahkan kunci rumah kepada para pembeli di Klaster Lily.

NASIONAL
Jangan Salah, Ini Daftar Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan per Juli 2026

Jangan Salah, Ini Daftar Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan per Juli 2026

Senin, 6 Juli 2026 | 12:59

Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) perlu mengetahui bahwa tidak semua tindakan operasi dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill