Meritokrasi Tanpa Jiwa
Senin, 17 Agustus 2026 | 19:33
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TANGERANGNEWS.com-Polres Tangerang Selatan (Tangsel) berhasil mengungkap identitas mayat pria yang dibungkus dalam karung di Danau Gawir, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang.
Kapolres Tangsel AKBP Sarly Sollu mengatakan, pihaknya berhasil mengidentifikasi mayat korban pembunuhan tersebut.
Korban bernama Suherlan, warga Kampung Dukuh Pinang, RT1/2, Kelurahan Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.
''Korban sudah menikah dan berprofesi sebagai pedagang,'' katanya, Rabu 1 Juni 2022.
Tempat tinggal korban ternyata tidak jauh dari lokasi dia ditemukan tewas pada Selasa 31 Mei 2022, kemarin.
Sebelumnya diberitakan, korban ditemukan oleh warga yang hendak mancing di lokasi sekitar pukul 11.00 WB.
Kondisi korban tanpa busana, tubuhnya diikat dan diberi pemberat serta dibungkus karung.
Ketua RT setempat Haerudin mengatakan, korban bukan warga sekitar. Dirinya sempat mendengar ada berita orang hilang yang sudah dua hari tidak kembali, tetapi bukan dari Legok.
''Tadi pas mayat ditemukan, saya sempat dengar ada orang hilang dari Kampung Babakan, sudah dua hari belum ketemu, tidak ada kabar,'' jelasnya.
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TODAY TAGMata merah, berair, dan terasa tidak nyaman merupakan keluhan yang cukup sering dialami. Kondisi tersebut kerap membuat seseorang langsung membeli obat tetes mata tanpa mengetahui dampaknya.
Sebanyak 569 warga binaan yang ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Tangerang, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang, mendapatkan remisi atau pengurangan masa hukuman dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia (RI).
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews