Connect With Us

Dipolisikan Pengelola Padi Padi Picnic, Ini Kata Camat Pakuhaji Tangerang

Dimas Wisnu Saputra | Jumat, 9 September 2022 | 15:22

Kantor Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang. (@TangerangNews / Dimas Wisnu Saputra)

TANGERANGNEWS.com-Menanggapi laporan pengelola tempat wisata Padi Padi Picnic Ground ke Polres Metro Tangerang Kota pada 31 Agustus 2022 lalu, Camat Pakuhaji Asmawi menyebut dirinya hanya menjalankan tupoksi.

"Kita hanya menegakkan Perda saja, soal dituntut biarin saja itu hak dia, karena permasalahan ini sudah ditangani pihak Kepolisian," kata Asmawi Camat Pakuhaji kepada Tangerangnews, Jumat, 09 September 2022.

Menurutnya, sesuai amanat regulasi, setiap tahun dirinya melakukan monitoring dan menertibkan perusahaan-perusahaan yang tidak berizin.

Ia pun melakukan penyegelan Padi Padi Picnic Ground, berdasarkan prosedur kewenangan Peraturan Bupati Tangerang No 113/2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Kecamatan dan Kelurahan.

"Kemudian mereka (pengelola) bereaksi karena sudah ditangani Polres, tetapi sampai saat ini usaha tersebut masih buka," kata Asmawi.

Pihaknya sendiri sudah memberikan imbauan agar Padi Padi Picnic Ground tidak beroperasi sementara karena tidak memiliki izin. Namun berdasarkan informasi, tempat wisata tersebut masih buka sampai sekarang.

HIBURAN
Bisa Beri Makan Hewan, Intip Keseruan Wahana OMD FARM di Mal Ciputra Tangerang

Bisa Beri Makan Hewan, Intip Keseruan Wahana OMD FARM di Mal Ciputra Tangerang

Senin, 2 November 2026 | 16:58

Mal Ciputra Tangerang menghadirkan pilihan rekreasi dan wahana edukasi yang berbeda bagi keluarga, yakni Old MacDonald’s Farm (OMD FARM).

KOTA TANGERANG
Percepat Penataan Kawasan Pasar Anyar, Pemkot Tangerang Bagikan Kupon Relokasi ke 273 Pedagang

Percepat Penataan Kawasan Pasar Anyar, Pemkot Tangerang Bagikan Kupon Relokasi ke 273 Pedagang

Senin, 2 November 2026 | 18:01

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melakukan langkah jemput bola dengan membagikan kupon lapak relokasi kepada para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang beraktivitas di Jalan Kiasnawi dan Jalan Ahmad Yani, Kota Tangerang.

OPINI
Membaca APBN dari Tubuh Perempuan

Membaca APBN dari Tubuh Perempuan

Senin, 2 November 2026 | 17:31

Perdebatan mengenai pajak pembalut sesungguhnya bukan sekadar persoalan berapa rupiah yang harus dibayarkan perempuan ketika membeli kebutuhan menstruasi. Di balik transaksi kecil di pasar dan toko kelontong itu tersimpan persoalan besar

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill