Connect With Us

Polisi Masih Selidiki Motif Buruh Berseragam Serikat Gantung Diri di Balaraja Tangerang

Rangga Agung Zuliansyah | Senin, 19 September 2022 | 13:23

Buruh gantung diri di Desa Cangkudu, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Sabtu 17 September 2022 lalu. (@TangerangNews / Dimas Wisnu Saputra)

TANGERANGNEWS.com-Kapolsek Balaraja Kompol Yudha Hermawan menyebut buruh berseragam serikat yang tewas gantung di Desa Cangkudu, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang sampai saat ini motifnya belum diketahui.

"Sampai sekarang untuk motif masih dalam proses lidik,"ujar Yudha kepada TangerangNews, Senin 19 September 2022.

Sedangkan hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi hanya menemukan barang-barang milik korban di tempat kejadian perkara (TKP).

"Di TKP ditemukan roda dua jenis Honda Supra, dan dompet berisi surat-surat dan sebuah tangga bambu," ucap Yudha.

Diketahui sebelumnya, buruh berseragam serikat berinisial K, 30, ditemukan tewas tergantung di pohon nangka area kebun kosong di Desa Cangkudu, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, pada Sabtu 17 September 2022 lalu.

Korban merupakan warga Desa Selapanjang, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang. Ia berprofesi sebagai buruh yang bekerja di PT SBF, Desa Cangkudu, Kecamatan Balaraja. Saat ditemukan tewas tergantung, korban masih mengenakan seragam serikat pekerja.

KAB. TANGERANG
Sekolah di Tangerang Mulai Diberlakukan Pembatasan Gadget

Sekolah di Tangerang Mulai Diberlakukan Pembatasan Gadget

Selasa, 3 Februari 2026 | 15:52

Sekolah tingkat SMA di Kabupaten Tangerang mulai menerapkan kebijakan pembatasan gadget bagi siswa.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

OPINI
Menambal Lubang Jalan dengan Batu, Menambal Tanggung Jawab Pemerintah Kabupaten Tangerang dengan Baliho “Hati-Hati Jalan Berlubang"

Menambal Lubang Jalan dengan Batu, Menambal Tanggung Jawab Pemerintah Kabupaten Tangerang dengan Baliho “Hati-Hati Jalan Berlubang"

Senin, 2 Februari 2026 | 20:43

Di Kabupaten Tangerang, lubang jalan bukan lagi anomali. Ia telah menjadi pola. Ia hadir bukan sebagai kecelakaan kebijakan, melainkan sebagai hasil dari pembiaran yang sistematis.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill