Hujan Ringan Berpotensi Guyur Kota Tangerang di Awal Oktober 2026
Selasa, 29 September 2026 | 10:24
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memprakirakan kondisi cuaca periode 28 September hingga 4 Oktober 2026 di Kota Tangerang.
TANGERANGNEWS.com–Wilayah yang telah berusia 390 tahun ini menyimpan beragam keunikan dan cerita di dalamnya. Tak heran, sebab Kabupaten Tangerang memiliki jumlah kecamatan terbanyak se-Tangerang Raya.
Setidaknya, ada lima hal yang berhasil dirangkum mengenai keunikan dari Kabupaten Tangerang, seperti yang dilansir dari kabtangerang.pks.id, Sabtu, 8 Oktober 2022.
Nama tempat
Dengan jumlah kecamatan mencapai 29 kecamatan, ada sekitar 7 kecamatan di Kabupaten Tangerang yang menggunakan nama tanaman dan buah, tetapi uniknya, justru tanaman tersebut sulit ditemukan atau bahkan sudah tidak ada lagi.
Kecamatan tersebut antara lain, yakni Cikupa, Jambe, Cisoka, Kelapa dua, Pagedangan, Pakuhaji, Kemiri.
Bahasa daerah
Kini Kabupaten Tangerang telah menjadi wilayah yang multikultural sehingga banyak bahasa yang dipakai. Namun, umumnya bagi masyarakat asli menggunakan bahasa Sunda Banten, bahasa ini sedikit berbeda dengan bahasa Sunda di daerah lain.
Meski disebut bahasa Sunda kasar, namun sebetulnya hal itu merupakan ciri khasnya.
Selain bahasa Sunda, penduduk Kabupaten Tangerang juga ada yang berbahasa Betawi, wilayahnya berbatasan langsung dengan ibu kota negara. Seperti di Kecamatan Teluknaga dan daerah Tanjungkait.
Ada juga yang menggunakan bahasa Jawa dialek Indramayu atau Cirebon, ini yang mendiami wilayah kecamatan Kronjo, Kresek dan sebagian Mauk.
Haji gusuran
Terdapat istilah unik di Kabupaten Tangerang, yakni Haji Gusuran. Ini bermula sebab tanah, perkebunan dan pesawahan penduduk banyak yang terkena gusuran untuk dibangun wilayah industri dan perumahan.
Setelah mendapat uang hasil dari penggusuran tersebut biasanya para penduduk yang rumahnya digusur mempergunakannya untuk berangkat ke tanah suci Makkah atau naik haji. Dari situlah muncul istilah tersebut.
Makanan
Kuliner merupakan salah satu ikon dari Tangerang raya, hamper di tiga wilayah Tangerang memiliki keunikan kulinernya tersendiri. Begitupun dengan Kabupaten Tangerang.
Jajanan khas Kabupaten Tangerang seperti kue Doko, sejenis dodol yang dibungkus dengan daun pisang. Kemudian Rangining yaitu camilan dari bahan dasar singkong, bentuknya menyerupai Ranginang.
Selain itu ada Petis Gori, yakni buah nangka yang masih sangat kecil sekali, dicocol dengan garam dan cabai yang telah ditumbuk halus.
Budaya ngabesan
Keunikan selanjutnya yakni budaya ngabesan. Ketika acara pernikahan, dengan budaya ini yakni menghantar mempelai pria ke tempat mempelai wanita.
Tidak tanggung-tanggung biasanya akan mengajak banyak sekali tetangga dan saudara. Bahkan hingga menyewa bus dan membawa berpuluh-puluh kendaraan roda dua dan empat.
Budaya ini dimaksudkan untuk meningkatkan rasa persaudaraan yang sangat erat dan menjadi kompak dalam segala hal, disimbolkan dalam acara mengantar pengantin.
Itulah beberapa keunikan yang ada di Kabupaten Tangerang, masih banyak keunikan lain di wilayah ini seolah tidak ada habisnya untuk diulas. Ada yang ingin menambahkan?
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memprakirakan kondisi cuaca periode 28 September hingga 4 Oktober 2026 di Kota Tangerang.
TODAY TAGErupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda yang berlangsung sejak awal September 2026 mulai mereda. Namun, paparan abu vulkanik yang sebelumnya menyebar ke sejumlah wilayah tetap perlu menjadi perhatian karena dapat berdampak pada kesehatan
Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) menangkap dua anggota sindikat pengiriman Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) non-prosedural dengan modus perjalanan wisata ke Jepang.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bersama Kepolisian melakukan uji coba rekayasa lalu lintas di Jalan Raya Rawa Buntu, Serpong, selama tiga hari, 28-30 September 2026.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews