Meritokrasi Tanpa Jiwa
Senin, 17 Agustus 2026 | 19:33
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TANGERANGNEWS.com-Ketua Komisi 4 DPRD Kabupaten Tangerang Muhammad Ali menyebut pihaknya akan terus mengawasi proyek pembangunan Flyover Cisauk, dengan anggaran senilai Rp96,8 miliar tersebut.
"Artinya kami akan terus mengawasi proyek Flyover Cisauk yang multiyears. Tapi bukan hanya (pembangunan) di situ saja di mana pun kita akan terus mengawasi," katanya saat dihubungi Tangerangnews.com, Selasa, 1 Oktober 2022.
Jika memang ada laporan mengenai kecurangan atau dalam bentuk apapun, maka pihaknya akan atensikan hal tersebut ke dinas terkait.
"Karena itu juga bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tangerang dan uang masyarakat, maka harus benar-benar diperhatikan," ujarnya.
Ia juga mengintruksikan kepada dinas terkait agar serius dalam pekerjaan yang sudah dimulai dengan pencanangan tiang pertama pada Sabtu, 29 Oktober 2022, lalu.
"Pada intinya kita semua harus saling mengawasi, tetapi jika ada laporan masuk ke kami itu jadi atensi. Bukan hanya proyek itu yang akan kami awasi, tapi di mana pun akan kami awasi," tegas Ali.
Pihaknya pun akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada waktunya nanti, untuk memastikan pekerjaan proyek tersebut berjalan seusai rencana.
"Pengawasan kami yaitu akan melakukan sidak bersama sama komisi 4 untuk melihat bagaimana kinerjanya pada pembangunan tersebut," pungkasnya.
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TODAY TAGDalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Tangcity Mall kembali menghadirkan rangkaian program spesial bertajuk “Merdeka Stamprizes” yang berlangsung mulai 7 Agustus hingga 20 September 2026.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews