KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com-Kakek bernama Samlani, 65, akhirnya ditemukan setelah hanyut selama tiga hari di Sungai Cimanceuri, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang.
Warga Desa Cirumpak, Kecamatan Kronjo, tersebut ditemukan oleh tim SAR dalam keadaan meninggal pada Jumat, 18 November 2022 pukul 15.05 WIB.
"Korban ditemukan dua kilometer dari tempat kejadian perkara (TKP) pada awal saat korban tenggelam," ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tangerang Abdul Munir kepada TangerangNews.
Menurutnya, korban ditemukan di area bawah gundukan sampah. Adapun jasad ditemukan dalam kondisi mengenaskan.
BACA JUGA: Hari Kedua Pencarian, Kakek Hanyut di Sungai Cimanceuri Tangerang Belum juga Ditemukan
Dalam foto yang diterima TangerangNews, tampak jasadnya dalam kondisi kaku. Wajahnya juga sudah membengkak.
Munir mengaku, saat proses pihaknya sempat merasa kesulitan, karena kondisi sungai yang dalam dengan air yang keruh dan arus yang deras.
"Setelah ditemukan korban langsung dibawa ke keluarga untuk dikuburkan," jelasnya.
Diketahui sebelumnya, Samlani, tenggelam di Sungai Cimanceuri, Rabu, 16 November 2022 sekitar pukul 17.00 WIB. Korban hanyut terbawa arus Sungai Cimanceur ketika sedang mandi dan ditinggalkan istri.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGBerdasarkan hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG) terhadap sekitar 292 ribu pelajar di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), terungkap bahwa 13 persen di antaranya mengalami anemia, yang mayoritas menyerang remaja putri.
Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews