Pengangguran Anak Muda Tembus 17 Persen, Upah Stagnan Bikin Gen Z Tunda Menikah dan Beli Rumah
Sabtu, 7 November 2026 | 15:43
Tingkat pengangguran anak muda di Indonesia perlu menjadi perhatian serius dalam menyambut momentum bonus demografi.
TANGERANGNEWS.com-Kakek bernama Samlani, 65, akhirnya ditemukan setelah hanyut selama tiga hari di Sungai Cimanceuri, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang.
Warga Desa Cirumpak, Kecamatan Kronjo, tersebut ditemukan oleh tim SAR dalam keadaan meninggal pada Jumat, 18 November 2022 pukul 15.05 WIB.
"Korban ditemukan dua kilometer dari tempat kejadian perkara (TKP) pada awal saat korban tenggelam," ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tangerang Abdul Munir kepada TangerangNews.
Menurutnya, korban ditemukan di area bawah gundukan sampah. Adapun jasad ditemukan dalam kondisi mengenaskan.
BACA JUGA: Hari Kedua Pencarian, Kakek Hanyut di Sungai Cimanceuri Tangerang Belum juga Ditemukan
Dalam foto yang diterima TangerangNews, tampak jasadnya dalam kondisi kaku. Wajahnya juga sudah membengkak.
Munir mengaku, saat proses pihaknya sempat merasa kesulitan, karena kondisi sungai yang dalam dengan air yang keruh dan arus yang deras.
"Setelah ditemukan korban langsung dibawa ke keluarga untuk dikuburkan," jelasnya.
Diketahui sebelumnya, Samlani, tenggelam di Sungai Cimanceuri, Rabu, 16 November 2022 sekitar pukul 17.00 WIB. Korban hanyut terbawa arus Sungai Cimanceur ketika sedang mandi dan ditinggalkan istri.
Tingkat pengangguran anak muda di Indonesia perlu menjadi perhatian serius dalam menyambut momentum bonus demografi.
TODAY TAGParamount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.
Puluhan pelatih cabang olahraga (Cabor) panahan berkuda atau horseback archery yang berasal dari 38 Provinsi di Indonesia mendapatkan training camp dari pelatih kepala Némethy Horseback Archery Academy di Hungaria, Christoph Némethy.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews