Pemilik Gudang Pestisida Bantah Jadi Penyebab Pencemaran Sungai Cisadane
Sabtu, 14 Februari 2026 | 18:49
Manajemen PT Biotek Saranatama membantah tudingan bahwa perusahaannya menjadi penyebab pencemaran Sungai Cisadane.
TANGERANGNEWS.com-Kakek bernama Samlani, 65, akhirnya ditemukan setelah hanyut selama tiga hari di Sungai Cimanceuri, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang.
Warga Desa Cirumpak, Kecamatan Kronjo, tersebut ditemukan oleh tim SAR dalam keadaan meninggal pada Jumat, 18 November 2022 pukul 15.05 WIB.
"Korban ditemukan dua kilometer dari tempat kejadian perkara (TKP) pada awal saat korban tenggelam," ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tangerang Abdul Munir kepada TangerangNews.
Menurutnya, korban ditemukan di area bawah gundukan sampah. Adapun jasad ditemukan dalam kondisi mengenaskan.
BACA JUGA: Hari Kedua Pencarian, Kakek Hanyut di Sungai Cimanceuri Tangerang Belum juga Ditemukan
Dalam foto yang diterima TangerangNews, tampak jasadnya dalam kondisi kaku. Wajahnya juga sudah membengkak.
Munir mengaku, saat proses pihaknya sempat merasa kesulitan, karena kondisi sungai yang dalam dengan air yang keruh dan arus yang deras.
"Setelah ditemukan korban langsung dibawa ke keluarga untuk dikuburkan," jelasnya.
Diketahui sebelumnya, Samlani, tenggelam di Sungai Cimanceuri, Rabu, 16 November 2022 sekitar pukul 17.00 WIB. Korban hanyut terbawa arus Sungai Cimanceur ketika sedang mandi dan ditinggalkan istri.
Manajemen PT Biotek Saranatama membantah tudingan bahwa perusahaannya menjadi penyebab pencemaran Sungai Cisadane.
TODAY TAGMenandai perjalanan panjang menuju usia emas 50 tahun, PT Summarecon Agung Tbk kembali menggelar ajang penghargaan bergengsi Summarecon Awards 2026.
Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.
Rangkaian kecelakaan lalu lintas yang terjadi di wilayah Kabupaten Tangerang, khususnya di Pasar Kemis, rasanya sudah sulit dianggap sekedar kebetulan. Belum ada satu bulan, setidaknya empat kecelakaan terjadi di wilayah yang kurang lebih sama.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews