Data Center dan Industri Dongkrak Kebutuhan Listrik, Sistem Energi Dituntut Makin Tangguh
Selasa, 22 September 2026 | 14:16
Pertumbuhan data center dan ekspansi industri mulai mengubah peta kebutuhan listrik di Asia Tenggara.
TANGERANGNEWS.com-Kelompok warga dan organisasi masyarakat (ormas) nyaris bentrok di Desa Kampung Kelor, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, Sabtu 26 November 2022, malam.
Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Zain Dwi Nugroho menyebut permasalahan yang terjadi antara warga dan sejumlah ormas itu dipicu pengelolaan lahar parkir.
"Soal lahan parkir, namun terjadi kesalahan komunikasi, sudah dapat diselesaikan dengan baik," katanya, Minggu 27 November 2022.
Kapolres mengatakan saat permasalahan itu terjadi, ia memerintahkan jajaran polsek setempat untuk memberikan solusi dari kesalahpahaman yang terjadi agar bentrokan fisik tidak meluas.
Polsek Sepatan pun langsung merespon cepat dengan memediasi antar warga dan ormas tersenut di Desa Kampung Kelor.
"Kapolsek Sepatan AKP Sriyono, didampingi Bhabinkamtibmas Desa Kampung Kelor sudah langsung memediasi dan menyelesaikan permasalahan yang terjadi, saat ini situasi sudah aman dan kondusif," katanya.
Kapolres juga berpesan agar semua pihak dapat menahan diri, apabila terjadi permasalahan di lingkungan khususnya wilayah hukum Polres Metro Tangerang Kota, dapat menyelesaikannya dengan cara musyawarah mufakat.
Pertumbuhan data center dan ekspansi industri mulai mengubah peta kebutuhan listrik di Asia Tenggara.
TODAY TAGSistem Integrasi Geospasial Informasi Tanah dan Pajak (SISGITA) milik Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan, terpadu, dan berbasis digital menjadi daya tarik bagi 58 pemda.
PT Selaras Jaya Sakti, distributor resmi produk marine coating dan protective coating dari merek International Paint (AkzoNobel), memperkuat jaringan bisnis dan kedekatan dengan mitra industri di wilayah Banten.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews