Connect With Us

Soal Insiden Peluru Nyasar, Polda Banten Sebut Anggota Polresta Tangerang Langgar Kode Etik

Dimas Wisnu Saputra | Senin, 17 Juli 2023 | 15:25

Petugas polisi olah TKP peristiwa peluru nyasar yang kena pasutri di Desa Cibadak, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Rabu 5 Juli 2023. (@TangerangNews / Dimas Wisnu Saputra)

TANGERANGNEWS.com-Personel Polresta Tangerang yang terlibat insiden peluru nyasar di Cikupa, Kabupaten Tangerang dinyatakan melanggar kode etik.

Hal itu diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan dan penyelidikan dari tim Bidang Pembinaan Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Banten kepada kedua dua petugas tersebut.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Didik Hariyanto mengatakan terhadap anggota yang terlibat kasus itu ditemukan adanya unsur kelalaian atau kurang profesional dalam bertindak. 

"Hasil pemeriksaan Bid Propam Polda menemukan kurang profesional dalam penanganannya, makanya anggota itu nanti akan dikenakan terkait kode etik," kata Didik, Senin, 17 Juli 2023. 

Baca juga: Pemalsuan Surat, Polisi Ringkus Mantan Kades dan Oknum Desa di Tangerang

Anggota yang melakukan pelanggaran etik terkait peristiwa itu ialah Bripka RE yang bertugas di Satreskrim Polresta Tangerang.

"Yang diperiksa ada dua anggota, satu diantaranya sebagai saksi," kata dia. 

Ia menyebutkan, sampai saat ini tim dari Bid Propam masih bekerja dengan mengedepankan penyelidikan secara scientific crime investigation (SCI) atau secara ilmiah. 

"Anggota saat ini masih diamankan di Polda Banten," ucapnya. 

Ia mengungkapkan, mengenai sanksi yang nantinya akan dikenakan itu bakal ditentukan pada pelaksanaan sidak etik Polri.

"Nanti (sanksi ditentukan) pada persidangan, yang jelas sejauh ini (kode etik) yang disangkakan," ujarnya. 

Baca juga: Viral KDRT di Tangsel, Ini Kota dan Kabupaten dengan Kasus Kekerasan Terbanyak di Banten

Adapun selama proses pemeriksaan dan penyelidikan, Bid Propam Polda Banten juga telah melakukan penarikan senjata api yang digunakan anggota tersebut. 

"Terkait dengan kelengkapan seperti surat izin anggota, surat psikologis anggota juga kita periksa dan itu ada semua termasuk senjata api," ungkapnya. 

Sebelumnya diberitakan, dua pasangan suami istri dilaporkan menjadi korban peluru nyasar di Cikupa Kabupaten Tangerang, Banten pada Selasa 4 Juli 2023 sekitar pukul 14.00 WIB.

Hal itu disebabkan pantulan proyektil dari senjata anggota polisi yang menembak kendaraan terduga pelaku kejahatan.

KAB. TANGERANG
Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:14

Regulasi lahan sawah dilindungi (LSD) dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 4 Tahun 2026 berpotensi memengaruhi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Tangerang pada 2027 mendatang.

SPORT
Pesta Gol di Kandang Lawan, Persita Tangerang Bantai Persik Kediri 1-5

Pesta Gol di Kandang Lawan, Persita Tangerang Bantai Persik Kediri 1-5

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:57

Berlaga di kandang lawan justru tidak membuat Persita Tangerang gentar. Skuad berjuluk Pendekar Cisadane mampu menekuk lutut Persik Kediri dengan skor telak 1-5 dalam laga pekan kedelapan Super League 2026-2027 yang digelar di Stadion Brawijaya

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

NASIONAL
Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:04

Polda Metro Jaya akan menyelidiki viralnya video teh kemasan berbusa yang beredar di media sosial setelah aksi penyampaian aspirasi pada 28 Oktober 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill