Meritokrasi Tanpa Jiwa
Senin, 17 Agustus 2026 | 19:33
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TANGERANGNEWS.com-Ratusan orang secara brutal melakukan penyerangan terhadap pedagang di Pasar Kutabumi, Kecamatan Pasar kemis, Kabupaten Tangerang, pada Minggu 24 September 2023, sore.
Diduga penyerangan tersebut buntut dari penolakan para pedagang terhadap rencana relokasi, lantaran pasar akan direvitalisasi oleh pemerintah daerah setempat.
Dalam bentrokan itu, kelompok yang diduga tergabung dalam organisasi masyarakat (ormas) melakukan pengerusakan lapak dan memukuli para pedagang menggunakan sejumlah senjata berupa besi serta balok.
Eduardo, salah satu pedagang mengatakan kelompok ormas itu datang dan mengaku diperintah oleh Perumda Pasar NKR untuk melakukan pengamanan di Pasar Kutabumi.
Mereka menggunakan atribut ormas dengan jumlah kurang lebih 200 orang.
Namun, saat ditanya olehnya, sekelompok orang itu tiba-tiba langsung bertindak anarkis dengan memukuli para pedagang.
"Saya kena di tangan, bahu, kaki, terus dipukul sama martil ukuran 5 Kg. Datang langsung barang-barang diancurin semua," katanya.
Akibat dari peristiwa itu, sebanyak 10 orang pedagang mengalami luka serius.
"Mereka brutal langsung bentrok, main sikat, tidak tanya dulu, langsung hajar," ucapnya.
Sementara itu di lokasi, Kapolsek Pasar Kemis AKP Irfan Abdul Gofar menyatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait insiden di Pasar Kutabumi.
"Masih penyelidikan, saya koordinasi dengan pimpinan dulu," pungkasnya.
TODAY TAGPeringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mulai menerapkan skema rekayasa lalu lintas contraflow selama proyek perbaikan ruas Jalan Sangego Selatan, Bayur, Kecamatan Periuk, berlangsung.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews