Connect With Us

Pria Penghina Palestina Ternyata Warga Rajeg Tangerang, Diduga Kader Perindo

Fahrul Dwi Putra | Sabtu, 4 November 2023 | 04:59

Tangkapan layar potongan video viral pria menyebut pendukung Palestina enggak ada otak. (@TangerangNews / Istimewa )

TANGERANGNEWS.com- Identitas sosok pria yang menghina pendukung Palestina akhirnya terungkap.

Berdasarkan informasi, pria tersebut bernama Arif Andriawan, warga Perum Rajeg Hill Residence, Desa Rancabango, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang.

Selain itu, Arif mengaku sebagai anggota dari Partai Perindo melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Namun, hal itu belum terkonfirmasi.

Arif juga kerap mengunggah postingan yang mengarah dukungan terhadap Israel.

Setelah videonya viral, Arif melakukan klarifikasi permohonan maaf atas pernyataan kontroversialnya.

"Tujuan saya baik cuma satu, ingin menyatukan kedua negara agar tidak perang," katanya dalam video yang diunggah akun Instagram @terang_media, Jumat, 03 November 2023.

Sebelumnya, Arif viral setelah menyinggung pendukung Palestina.

"Pendukung Israel itu otaknya pasti ada, kalau pendukung Palestina otaknya enggak ada," ucapnya.

Dia bahkan menantang balik saat diancam akan diviralkan oleh perekam video.

"Yakin, para pendukung Palestina be**," pungkasnya.

NASIONAL
Diskon Tambah Daya PLN 50 Persen Dimanfaatkan 116.537 Pelanggan, Daya 900 VA ke 1.300 VA Paling Diminati

Diskon Tambah Daya PLN 50 Persen Dimanfaatkan 116.537 Pelanggan, Daya 900 VA ke 1.300 VA Paling Diminati

Jumat, 8 Mei 2026 | 19:41

Program diskon tambah daya 50 persen dari PT PLN (Persero) bertajuk “Power Up Real, Listrik Aman Kerja Lancar” dimanfaatkan sebanyak 116.537 pelanggan di seluruh Indonesia selama periode 15 hingga 28 April 2026.

MANCANEGARA
Dampak Perang Timur Tengah, Prabowo Sebut Indonesia Harus Siap-siap

Dampak Perang Timur Tengah, Prabowo Sebut Indonesia Harus Siap-siap

Selasa, 10 Maret 2026 | 09:21

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan situasi geopolitik dunia yang memanas, terutama konflik di kawasan Timur Tengah, berpotensi menimbulkan dampak bagi berbagai sektor di Indonesia.

OPINI
May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:57

Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill