Pindah Rumah Belum Tentu Harus Ganti KTP dan KK, Ini Penjelasannya
Senin, 27 Juli 2026 | 14:28
Masyarakat yang berpindah tempat tinggal belum tentu wajib mengganti alamat pada Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) maupun Kartu Keluarga (KK).
TANGERANGNEWS.com-Polresta Tangerang terus berupaya menjaga keamanan dan kelancaran pelaksanaan setiap kegiatan kampanye Pemilu 202 yang berlangsung di wilayah hukumnya.
Seperti pengamanan pada kegiatan Istigosah Akbar se-Banten yang digelar tim pemenangan salah satu capres di Lapangan Bola Perum Taman Kirana Surya, Desa Pasanggrahan, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Jumat 2 Februari 2024.
Pengamanan ini merupakan tindakan langsung berdasarkan perintah Kapolresta Tangerang Kombespol Baktiar Joko Mujiono yang menekankan urgensi menjaga keamanan pada setiap tahap kampanye pemilu.
Kepada anggotanya, Kasat Reskrim Polresta Tangerang Kompol Arief Nazaruddin Yusuf menekankan pentingnya kelancaran proses kampanye pemilu di wilayah hukum Polresta Tangerang.
"Pengamanan pada Istigosah Akbar menjadi komitmen penuh Polresta Tangerang untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat sepanjang tahap kampanye pemilu," ujarnya.
Selain itu, Polresta Tangerang tetap mempertahankan layanan hotline 110 Polri selama 24 jam, sebagai bentuk kesiapan dan ketersediaan untuk merespons laporan atau kebutuhan masyarakat.
"Dengan langkah-langkah ini, Polresta Tangerang berharap dapat terus memperkuat hubungan positif dengan masyarakat dan memberikan pelayanan terbaik," terang Arief.
Masyarakat yang berpindah tempat tinggal belum tentu wajib mengganti alamat pada Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) maupun Kartu Keluarga (KK).
TODAY TAGMenikmati secangkir kopi hangat kini tidak hanya sekadar soal rasa, tetapi juga tentang merayakan kesetaraan.
Festival Cisadane 2026 mencatatkan capaian yang lebih besar dibanding tahun sebelumnya. Selama lima hari pelaksanaan, ajang budaya tahunan di Kota Tangerang itu berhasil menarik sekitar 139.682 pengunjung
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews