Meritokrasi Tanpa Jiwa
Senin, 17 Agustus 2026 | 19:33
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TANGERANGNEWS.com-Warga di kawasan pemukiman Bumi Serpong Damai (BSD) City masih kesulitan air bersih akibat dampak dari kebocoran pipa pada Water Treatment Plan (WTP) Sampora di Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang.
Meski Perumdam Tirta Kerja Raharja (TKR) selaku pengelola WTP sudah melakukan perbaikan, namun ternyata suplai air belum kembali normal.
Seperti di Klaster Foresta, BSD City. Menurut security setempat, Dadang, sejumlah penghuni klaster masih tidak bisa mengakses air bersih, sehingga mereka pun menyampaikan komplain.
"Iya kami menjelaskan untuk saat ini pipa saluran air lagi mengalami kendala, mungkin nanti mengalir lagi," ujarnya.
Hal sama yang dikatakan, Imam, securty Klaster The Eminent. Sampai saat ini, suplai air ke masih terhenti ke pemukiman tersebut.
Warga pun harus mengambil air bersih yang disuplai lewat mobil tangki di pos securty.
"Tadi sore ada warga datang ke pos mengadu kalau air dirumahnya belum menyala sama sekali," tukasnya.
Plt Kabid Humas Perumdam TKR Ari Wibawa saat dikonfirmasi melalui pesan singkat mengenai beberapa penghuni perumahan yang masih terdampak kesulitan air mengatakan pihaknya telah berupaya agar penyaluran air segera kembali normal.
"Insya Allah dalam 1x24 jam, tekanan air akan merata sampai pelanggan, kami masih mendorong terus supaya cepat merata," ujar Ari.
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TODAY TAGSejumlah titik di Kabupaten Tangerang mulai terpasang spanduk penolakan kedatangan mantan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi).
Pecinta kuliner di wilayah Tangerang dan sekitarnya dapat kembali menikmati beragam masakan khas nusantara di Festival Kuliner Serpong (FKS) 2026.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews