Connect With Us

Cara Jitu Intan Nurul Hikmah Tuntaskan Stunting di Kabupaten Tangerang

Fahrul Dwi Putra | Rabu, 9 Oktober 2024 | 08:47

Calon Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah saat berpose dua jari. Dok. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Calon Wakil Bupati Tangerang nomor urut 02 Intan Nurul Hikmah bakal memprioritaskan peningkatan layanan kesehatan untuk menjadikan Kabupaten Tangerang semakin gemilang dengan masyarakat yang sehat dan bebas dari stunting. 

"Kami, Maesyal-Intan memiliki program khusus peningkatkan kesehatan masyarakat. Dengan nama talenta unggul generasi sehat (TUNAS)," ujar Intan Nurul Hikmah kepada awak media, Rabu, 9 Oktober 2024. 

Dijelaskan Intan, salah satu fokus utama program TUNAS adalah memberikan suplemen dan asupan makanan bergizi kepada anak-anak dan ibu hamil di setiap Posyandu. 

Intan menegaskan, pihaknya akan mengoptimalkan peran ibu-ibu PKK serta kader Posyandu di setiap desa, kelurahan, dan kecamatan, agar lebih solid dalam menurunkan angka stunting dan mencegah kasus baru di wilayah tersebut.

"Untuk mencegah kita siapkan suplemen dan juga asupan gizi tambahan untuk anak dan juga ibu hamil," tegas Intan.

Mantan Ketua DPRD Kabupaten Tangerang itu juga akan meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Kabupaten Tangerang. 

Ia berjanji untuk terus memperbaiki fasilitas kesehatan, seperti peningkatan mutu pelayanan di 44 Puskesmas dan 4 RSUD di wilayah Kabupaten Tangerang. 

Nantinya, setiap Puskesmas dilengkapi fasilitas rawat inap dan unit gawat darurat (IGD), sehingga masyarakat dapat menerima layanan kesehatan yang maksimal tanpa kesulitan.

Hal ini dilakukan agar tidak ada lagi warga Kabupaten Tangerang yang kekurangan akses kesehatan saat mereka membutuhkan.

Menurut Intan, penyebab stunting tidak hanya berasal dari kurangnya asupan gizi, tetapi juga akibat pola hidup yang tidak sehat, seperti buang air besar sembarangan dan minimnya akses air bersih. 

Oleh karena itu, pasangan Maesyal-Intan bakal membangun sarana sanitasi dan menyediakan air bersih bagi 2.500 keluarga kurang mampu di Kabupaten Tangerang.

"Biasanya kan, penyebab stunting itu bukan hanya kurangnya makanan bergizi. Tetapi, juga karena pola hidup yang kurang sehat. Maka dari itu, kita akan bangun sanitasi dan air bersih disetiap KK yang kurang mampu," kata Intan.

Yang tak kalah penting, Intan menekankan bahwa pihaknya akan menerapkan pemeriksaan kesehatan dengan sistem home visit atau layanan jemput bola. 

Dengan sistem ini, dokter akan langsung mengunjungi rumah warga yang sakit, sehingga masyarakat tidak perlu repot datang ke Puskesmas.

"Dan itu gratis. Tanpa dipungut biaya, Insya Allah Kabupaten Tangerang akan semakin gemilang, bila ini terealisasikan," pungkasnya.

WISATA
Promo Bulan Mei, Howard Johnson Tangerang Tawarkan Paket 'May Escape' dan Kuliner Autentik

Promo Bulan Mei, Howard Johnson Tangerang Tawarkan Paket 'May Escape' dan Kuliner Autentik

Kamis, 7 Mei 2026 | 22:17

Menghabiskan waktu liburan tidak selalu harus menempuh perjalanan jauh. Sepanjang bulan Mei 2026, Howard Johnson By Wyndham Tangerang menghadirkan pengalaman “One Stop Vacation”, sebuah konsep liburan terpadu yang memadukan kenyamanan menginap

MANCANEGARA
Dampak Perang Timur Tengah, Prabowo Sebut Indonesia Harus Siap-siap

Dampak Perang Timur Tengah, Prabowo Sebut Indonesia Harus Siap-siap

Selasa, 10 Maret 2026 | 09:21

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan situasi geopolitik dunia yang memanas, terutama konflik di kawasan Timur Tengah, berpotensi menimbulkan dampak bagi berbagai sektor di Indonesia.

KAB. TANGERANG
Polisi Selidiki Pencurian Kabel Sinyal KRL di Tangerang

Polisi Selidiki Pencurian Kabel Sinyal KRL di Tangerang

Minggu, 10 Mei 2026 | 08:42

Pencurian kabel counting head atau kabel sinyal sensor Kereta Rel Listrik (KRL) di Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang, yang menyebabkan gangguan gangguan perjalanan kereta api (KA) dari Stasiun Daru ke Stasiun Parung Panjang, tengah diselidiki

AYO! TANGERANG CERDAS
Lulusan Sulit Terserap Kerja, Pemprov Banten Bakal Hapus Jurusan Akutansi dan Manajemen di SMK

Lulusan Sulit Terserap Kerja, Pemprov Banten Bakal Hapus Jurusan Akutansi dan Manajemen di SMK

Kamis, 7 Mei 2026 | 21:47

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten akan mengevaluasi sejumlah jurusan di sekolah menengah kejuruan (SMK) yang dinilai sudah tidak lagi sebanding dengan kebutuhan dunia kerja.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill