Connect With Us

Mengkhawatirkan, 27 Ibu dan 142 Bayi di Kabupaten Tangerang Meninggal hingga Agustus 2024

Rangga Agung Zuliansyah | Rabu, 9 Oktober 2024 | 21:36

Plt Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Syaifullah membuka rakor upaya penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi (AKB), serta angka stunting, di Hotel Arya Duta, Selasa 8 Oktober 2024. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menyoroti angka kematian ibu dan bayi di wilayah tersebut yang masih cukup tinggi.

Plt Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Syaifullah membeberkan pada tahun 2023, tercatat ada 39 kematian ibu. Sementara dari Januari hingga Agustus 2024 tercatat 27 kasus.

"Jumlah kematian bayi juga mengkhawatirkan, dengan 256 kasus pada tahun 2023 dan 142 kasus pada periode Januari hingga Agustus 2024," katanya Rapat Koordinasi (Rakor) Bidang Kesehatan Masyarakat dalam upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), dan angka stunting, di Hotel Arya Duta, Selasa 8 Oktober 2024.

Syaifullah mengungkapkan hasil survei Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) juga menunjukkan angka stunting di Kabupaten Tangerang pada tahun 2022 sebesar 21,1 persen.

Sementara hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) pada tahun 2023 meningkat menjadi 26,4 persen.

Untuk menekan angka kematian ibu dan bayi serta stunting, pihaknya pun menggelar rakor dengan harapan seluruh komponen Pemkab Tangerang bersama sektor terkait, semakin memperkuat komitmen percepatan penurunan angka-angka tersebut. 

"Sinergi yang kuat antara berbagai pihak sangat dibutuhkan agar kita bisa terus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Tangerang," tambahnya.

Syaifullah juga menekankan pentingnya evaluasi program kesehatan di tingkat puskesmas dan kecamatan.

"Koordinasi ini adalah program rutin yang diadakan setiap tahun untuk mengevaluasi sejauh mana program yang sudah dilaksanakan dan apa saja kendalanya," ujarnya.

Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlangsung, sehingga program-program kesehatan dapat berjalan lebih efektif di masa depan.

Selain itu, ia menekankan pentingnya memberikan apresiasi kepada tenaga medis yang memiliki peran penting dalam pelayanan kesehatan masyarakat. 

"Mudah-mudahan ke depan kita bisa meningkatkan apresiasi kepada tenaga kesehatan yang memiliki fungsi pelayanan kesehatan masyarakat," tukasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Ahmad Muchlis mengatakan dalam rapat ini pihaknya telah mengundang para stakeholder di bidang kesehatan.

Ia menekankan pentingnya implementasi kebijakan yang ditetapkan, baik tingkat pusat maupun daerah.

"Salah satu upaya strategis yang sedang dilakukan adalah sistem rujukan berjenjang yang mulai dari pelayanan dasar di puskesmas hingga ke rumah sakit rujukan," ujarnya.

Sistem ini bertujuan untuk memastikan setiap kasus darurat ibu hamil dan bayi mendapatkan penanganan cepat dan tepat.

“Kami punya sistem rujukan yang terstruktur mulai dari praktek mandiri, klinik, puskesmas, hingga rumah sakit rujukan. Hal ini diharapkan dapat menekan angka kematian ibu dan bayi secara signifikan,” tambahnya.

BISNIS
Kopi Jembatan Berendeng Racikan Siswa PKBM Jadi Oleh-oleh Baru Kota Tangerang

Kopi Jembatan Berendeng Racikan Siswa PKBM Jadi Oleh-oleh Baru Kota Tangerang

Senin, 2 Februari 2026 | 23:00

Kota Tangerang baru saja kedatangan primadona baru di dunia kuliner dan buah tangan. Kopi Tangerang Cap Jembatan Berendeng (CJB) hadir sebagai ikon oleh-oleh yang lahir dari semangat edukasi dan kewirausahaan anak muda.

TANGSEL
Pemkot Tangsel Gandeng Kortas Tipikor Polri Cegah APBD 2026 Dikorupsi

Pemkot Tangsel Gandeng Kortas Tipikor Polri Cegah APBD 2026 Dikorupsi

Selasa, 3 Februari 2026 | 19:52

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar sosialisasi mitigasi dan tata kelola antikorupsi dengan menghadirkan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri.

SPORT
Pelatih Persita Puas Meski Tumbang 0-2 dari Persija 

Pelatih Persita Puas Meski Tumbang 0-2 dari Persija 

Sabtu, 31 Januari 2026 | 20:37

Persita Tangerang harus mengakui keunggulan tim tamu Persija Jakarta setelah kalah dengan skor 0-2 pada pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill