Bus ke Baduy Tarif Rp 1 Berlaku Terbatas, Hanya Akhir Pekan Selama Sebulan
Senin, 27 April 2026 | 07:36
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meluncurkan program pembayaran berbasis QRIS untuk akses transportasi menuju kawasan wisata Baduy.
TANGERANG-Petugas Polsek Tangerang (Benteng) masih memburu pelaku pembunuhan terhadap seorang siswa SMK PGRI 2 bernama Ahmad Arifin, 17, mengalami luka bacok di bagian wajahnya hingga tewas sesampai RSUD Kota Tangerang pada Senin (6/4/2015) lalu.
“Belum kita tangkap karena dia (tersangka) mau ujian. Kita coba persuasif dulu. Rencananya hari Senin kan ujian, kalau kita tidak kasih kesempatan ujian, ya bagaimana. Tapi, ya kita tunggu Senin dulu. Namun, yang jelas nama tersangka sudah ada dan kita masih mencoba cara persuasif,” ujar Kapolsek Tangerang, Kompol Bambang.
Diketahui sebelumnya, Ahmad Arifin, 17, siswa SMK PGRI 2 Kota Tangerang tewas akibat luka bacok di wajahnya, Senin (6/4).
Korban tewas di UGD RSU Kota Tangerang, setelah sempat mendapat perawatan. Pantauan tangerangnews.com ketika itu di ruang UGD, sejumlah keluarga korban dan petugas polisi berkumpul menyaksikan korban yang sedang mendapat penanganan medis.
Lalu sekitar pukul 19.15 WIB, korban menghembuskan nafas terakhir. Kemudian jasad korban yang merupakan warga Jalan Daan Mogot Km 16, Kalideres, Jakarta Barat itu langsung dibawa petugas medis ke ruang jenazah.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meluncurkan program pembayaran berbasis QRIS untuk akses transportasi menuju kawasan wisata Baduy.
TODAY TAGPelaku penusukan seorang lansia di Kelurahan Pondok Pucung, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), pada Minggu 3 Mei 2026, ditangkap aparat Kepolisian.
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews