KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com-NTP seorang pria yang mengaku berpangkat Kombes Pol ditangkap lantaran menjadi makelar calon Akpol dengan membawa pengawal Rabu (23/8/2017).
Kapolrestro Tangerang, Kombes Harry Kuniawan menyatakan, tersangka ternyata bukan seorang anggota polisi sungguhan. Pelaku telah menipu korbannya hingga mengalami kerugian ratusan juta rupiah. BACA JUGA : Jual Mobil tanpa BPKB, Bos Showroom Mobil Tangerang Disikat
"Tidak tanggung-tanggung tersangka mengaku jadi anggota polisi berpangkat Kombes," ujar Harry sambil geleng-geleng kepala.
Kepada para korban, tersangka mengaku dari Mabes Polri. "Dia ngakunya sebagai makelar calon Akpol," ucapnya.
Dalam menjalankan aksinya tersangka berpenampilan layaknya polisi berpangkat perwira.
"Tersangka ini penampilannya meyakinkan saat menipu korbannya. Tak hanya pakai baju dinas, tetapi pakai pengawal segala," kata Harry.
Namun, akhirnya warga Cipondoh yang terkena tipu pelaku akhirnya melaporkan peristiwa itu ke Polres Metro Tangerang. Ketika ditangkap, tersangka mengaku korbannya bukan hanya di Tangerang tetapi juga dari daerah Medan. BACA JUGA : Soal Ustadz Gadungan Pengganda Uang di Tangerang, Begini Sikap Ketua MUI Tangerang
"Dia sudah ke daerah lain melakukan penipuan ini. Korbannya di Medan diminta Rp 750 juta untuk lulus Akpol," ungkapnya.(RAZ)
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGRegulasi lahan sawah dilindungi (LSD) dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 4 Tahun 2026 berpotensi memengaruhi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Tangerang pada 2027 mendatang.
Polda Metro Jaya akan menyelidiki viralnya video teh kemasan berbusa yang beredar di media sosial setelah aksi penyampaian aspirasi pada 28 Oktober 2026.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews