Connect With Us

Pakai Pengawal dan Mobil Dinas, Makelar Calon Akpol Ditangkap

Rangga Agung Zuliansyah | Rabu, 23 Agustus 2017 | 17:30

Ilustrasi Polisi Gadungan. (Istimewa / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-NTP seorang pria yang mengaku berpangkat Kombes Pol ditangkap lantaran menjadi makelar calon Akpol dengan membawa pengawal Rabu (23/8/2017).  

Kapolrestro Tangerang, Kombes Harry Kuniawan menyatakan, tersangka ternyata bukan seorang anggota polisi sungguhan. Pelaku telah menipu korbannya hingga mengalami kerugian ratusan juta rupiah. BACA JUGA : Jual Mobil tanpa BPKB, Bos Showroom Mobil Tangerang Disikat

"Tidak tanggung-tanggung tersangka mengaku jadi anggota polisi berpangkat Kombes," ujar Harry sambil geleng-geleng kepala.

Kepada para korban, tersangka mengaku dari Mabes Polri.  "Dia ngakunya sebagai makelar calon Akpol," ucapnya.

Dalam menjalankan aksinya tersangka berpenampilan layaknya polisi berpangkat perwira.

"Tersangka ini penampilannya meyakinkan saat menipu korbannya. Tak hanya pakai baju dinas, tetapi pakai pengawal segala," kata Harry.

Namun, akhirnya warga Cipondoh yang terkena tipu pelaku akhirnya melaporkan peristiwa itu ke Polres Metro Tangerang.  Ketika ditangkap, tersangka mengaku korbannya bukan hanya di Tangerang tetapi juga dari daerah Medan. BACA JUGA : Soal Ustadz Gadungan Pengganda Uang di Tangerang, Begini Sikap Ketua MUI Tangerang

"Dia sudah ke daerah lain melakukan penipuan ini. Korbannya di Medan diminta Rp 750 juta untuk lulus Akpol," ungkapnya.(RAZ)

KAB. TANGERANG
Ditangkap Polisi Usai Tawuran Pakai Molotov di Citra Raya, Belasan Pelajar Nangis di Pangkuan Orang Tua

Ditangkap Polisi Usai Tawuran Pakai Molotov di Citra Raya, Belasan Pelajar Nangis di Pangkuan Orang Tua

Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:57

Sebanyak 17 orang pelajar diamankan oleh jajaran Polsek Panongan usai terlibat aksi tawuran antar kelompok di Kawasan Citra Raya, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Senin 26 Oktober 2026, malam.

OPINI
Korupsi dan Politik Pilih-Pilih Standar Global

Korupsi dan Politik Pilih-Pilih Standar Global

Jumat, 23 Oktober 2026 | 19:42

Wacana redefinisi korupsi yang dilemparkan oleh Dewan Ekonomi Nasional (DEN) memicu kegaduhan baru di ruang publik. Pemerintah mengusulkan agar penegakan hukum tindak pidana korupsi bergeser mengikuti standar global

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill