Meritokrasi Tanpa Jiwa
Senin, 17 Agustus 2026 | 19:33
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TANGERANGNEWS.com - Korban pembunuhan satu keluarga yang terdiri dari Ibu dan dua anak perempuannya menyisakan pilu bagi tetangganya. Karena sang Ibu memang dikenal sangat baik dan putri bungsunya rajin beribadah.
Ketiga korban pembunuhan tersebut bernama Emang (sebelumnya ditulis Emah), 40, Nova, 19, dan Tiara, 11. Mereka tewas di rumahnya di Perumahan Taman Kota Permai 2, Blok B6, RT05/12 No 5, Kecamatan Periuk, Jati Uwung, Kota Tangerang, Senin (12/2/2018) dalam keadaan bersimbah darah.
Para tetangganya pun kaget bukan kepayang mendengar kejadian itu dan langsung memadati rumah korban, ketika polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
BACA JUGA:
Ketika para jenazahnya telah dievakuasi polisi dan dibawa ke RSUD Tangerang, keharuan pun diungkapkan seorang ibu-ibu yang terlihat menangis sambil mengusap air matanya dengan kerudung yang dikenakannya.
Ia menyebut kalau dirinya mengenal baik Almarhumah Emang. Menurutnya korban dikenal sebagai seseorang yang aktif berinteraksi dengan tetangga di lingkungannya.
"Kenal banget, enggak deket sih. Baik ibunya (Emang) mah sering ngobrol sama tetangga," ujarnya, di samping kerumunan warga.
Menurutnya putri bungsu Emang, Tiara sangat rajin pergi ke Mushalla. "Kalau jam segini sudah lari-larian ke musolah sama teman-temannya. Rajin salatnya, enggak pernah ninggalin kalau salat Maghrib itu," katanya.
Sedangkan kakaknya Tiara, Nova tidak sering terlihat oleh warga setempat. Dikarenakan berstatus mahasiswi di salah satu kampus di Tangerang.
"Kalau kakaknya jarang keliatan. Kan emang kalau kakaknya kuliah," tuturnya.(RAZ/RGI)
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TODAY TAGPergeseran demografi serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mendorong transformasi signifikan pada sektor layanan kesehatan (healthcare) dan kebugaran (wellness) di Asia Tenggara.
Kota Tangerang kini memiliki fasilitas Rumah Sehat BAZNAS Sahabat Paru. Program yang diinisasi Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang dengan BAZNAS ini, sebagai upaya penanganan pasien tuberkulosis (TBC), khususnya bagi kasus TBC resistan obat.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) menetapkan regulasi dan kriteria terperinci bagi masyarakat yang hendak mengakses program bantuan perbaikan Rumah Umum Tidak Layak Huni (RUTLH).
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews