Connect With Us

Tangisan Tetangga Korban Pembunuhan Sekeluarga di Tangerang

Achmad Irfan Fauzi | Senin, 12 Februari 2018 | 20:00

Para tetangga Korban pembunuhan sedih saat mengetahui korban meninggal, Senin (12/2/2018). (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com - Korban pembunuhan satu keluarga yang terdiri dari Ibu dan dua anak perempuannya menyisakan pilu bagi tetangganya. Karena sang Ibu memang dikenal sangat baik dan putri bungsunya rajin beribadah.

Ketiga korban pembunuhan tersebut bernama Emang (sebelumnya ditulis Emah), 40, Nova, 19, dan Tiara, 11. Mereka tewas di rumahnya di Perumahan Taman Kota Permai 2, Blok B6, RT05/12 No 5, Kecamatan Periuk, Jati Uwung, Kota Tangerang, Senin (12/2/2018) dalam keadaan bersimbah darah.

Para tetangganya pun kaget bukan kepayang mendengar kejadian itu dan langsung memadati rumah korban, ketika polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

BACA JUGA:

Ketika para jenazahnya telah dievakuasi polisi dan dibawa ke RSUD Tangerang, keharuan pun diungkapkan seorang ibu-ibu yang terlihat menangis sambil mengusap air matanya dengan kerudung yang dikenakannya.

Ia menyebut kalau dirinya mengenal baik Almarhumah Emang. Menurutnya korban dikenal sebagai seseorang yang aktif berinteraksi dengan tetangga di lingkungannya.

"Kenal banget, enggak deket sih. Baik ibunya (Emang) mah sering ngobrol sama tetangga," ujarnya, di samping kerumunan warga.

Menurutnya putri bungsu Emang, Tiara sangat rajin pergi ke Mushalla. "Kalau jam segini sudah lari-larian ke musolah sama teman-temannya. Rajin salatnya, enggak pernah ninggalin kalau salat Maghrib itu," katanya.

Sedangkan kakaknya Tiara, Nova tidak sering terlihat oleh warga setempat. Dikarenakan berstatus mahasiswi di salah satu kampus di Tangerang.

"Kalau kakaknya jarang keliatan. Kan emang kalau kakaknya kuliah," tuturnya.(RAZ/RGI)

OPINI
May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:57

Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.

BANDARA
WN India Ditangkap Selundupkan 265,7 Gram Serbuk Emas di Bandara Soetta, Disembunyikan di Celana Dalam

WN India Ditangkap Selundupkan 265,7 Gram Serbuk Emas di Bandara Soetta, Disembunyikan di Celana Dalam

Senin, 11 Mei 2026 | 16:12

Seorang warga negara (WN) India ditangkap aparat Bea Cukai karena hendak penyelundupkan serbuk emas murni di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta).

AYO! TANGERANG CERDAS
Siswa Miskin 90 Persen Berpeluang Tembus Masuk Sekolah Favorit Pada SPMB 2026

Siswa Miskin 90 Persen Berpeluang Tembus Masuk Sekolah Favorit Pada SPMB 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 08:18

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengklaim siswa dari keluarga kurang mampu memiliki peluang lebih besar untuk masuk sekolah yang diinginkan melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.

NASIONAL
Jangan Sampai Kurban Tidak Sah, Ini Ciri Hewan yang Ditolak dalam Islam

Jangan Sampai Kurban Tidak Sah, Ini Ciri Hewan yang Ditolak dalam Islam

Selasa, 12 Mei 2026 | 21:06

Ibadah kurban memiliki syarat tertentu, termasuk kondisi hewan yang akan disembelih. Dalam syariat Islam, tidak semua hewan bisa dijadikan kurban. Ada sejumlah cacat dan kondisi tertentu yang membuat hewan kurban menjadi tidak sah.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill