KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com - Setelah melakukan olah TKP dan penyelidikan korban pembunuhan sekeluarga, Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Harry Kurniawan menuturkan, terdapat luka tusukan di kepala, wajah dan perut pada ketiga korban pembunuhan tersebut.
Menurut Kapolres Metro Tangerang Kombes Pol Harry Kurniawan, ketiga korban yang tewas dengan keadaan bersimbah darah itu bernama Emang, 40, Nova, 19, dan Tiara, 11. Sementara Efendi, 55, ditemukan dalam kondisi hidup. Mereka merupakan satu keluarga.
"Modus operandi, korban dibekap dan dibacok menggunakan sajam," ucapnya, Senin (12/2/2018).
BACA JUGA:
Harry menjelaskan, para korban ditemukan di kamar tidurnya dengan kondisi Emang mengalami luka tusuk dibagian kepala dan wajahnya begitu pun dengan putri pertamanya, Nova.
Smentara anak bungsunya, Tiara terdapat kondisi luka tusuk dibagian perutnya. Dan suami Emang, yakni Efendi mengalami luka tusuk di beberapa bagian tubuhnya, namun nyawanya masih tertolong.
"Luka-lukanya berbeda-beda. Dari setiap korban dari perempuan itu ada tusukan di kepala dan di muka. Anaknya yang paling kecil itu ada di perut. Yang laki-laki di beberapa tempat ya," tutur Harry.
Sedangkan motif dan tersangka pembunuhan sadis tersebut hingga saat ini masih dalam proses penyelidikan dan penyidikan Satuan Reskrim Polres Metro Tangerang Kota.
"Ya kita masih dalam olah TKP, semuanya kita masih bekerja keras semoga bisa terungkap siapa pelakunya," papar Harry.(RAZ/RGI)
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGPertumbuhan data center dan ekspansi industri mulai mengubah peta kebutuhan listrik di Asia Tenggara.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews